Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan

27 Agustus 2019

Buku Aktivitas Owa Jawa

Sekitar tiga bulan lalu, Ayu dan saya kembali bekerja sama. Kali ini membuat ilustrasi buku aktivitas tentang owa jawa. Setelah diberikan gambaran isi bukunya oleh Ayu, saya mulai membuat sketsa kasar. Kemudian kami mulai berdiskusi lewat surel. Ketika sketsa disetujui, lalu saya lanjut ke pengerjaan ilustrasi. Karena waktu itu ada kesibukan yang mengharuskan saya bolak-balik keluar kota, pengerjaan ilustrasinya jadi tertunda beberapa kali (maafkan ya, Ayu. Huhuhu). Karena bukunya akan didesain dan digunakan dalam waktu dekat, Ayu selalu aktif mengingatkan saya untuk segera menyelesaikan ilustrasinya (makasih, Ayu! Hehehe). Kalau sudah diingatkan begini, saya langsung buru-buru menyelesaikan gambarnya. :D


Sketsa kasar

Di buku ini terdapat dua tokoh yaitu Asri, seorang anak perempuan yang senang sekali mengamati satwa dan menjelajah alam. Asri bercita-cita ingin menjadi peneliti satwa liar dan membantu mereka tetap lestari di alam liar. Lalu ada Kimkim, si owa jawa yang tinggal di hutan Citalahab, Taman Nasional Gunung Salak Halimun. Dengan buku aktivitas ini, adik-adik diajak berpetualang bersama Asri dan Kimkim ke dalam hutan untuk mengenal lebih dekat owa jawa.

Nah, minggu lalu saya dapat kabar lewat surel kalau bukunya sudah dicetak. Ayu mengirimkan foto hasil bukunya. Desain bukunya sangat apik dan menarik. Saya suka sekali. Serta foto adik-adik yang sedang belajar tentang konservasi menggunakan buku tersebut di kelas.








Ayu (kedua dari kiri) bersama Timnya. 
Foto-foto oleh: Rahayu Oktaviani

Saya pun dikirimi salinan bukunya oleh Ayu. Hasil cetakan dan kertas yang dipakai bagus dan tebal sehingga buku tidak gampang lecek.

 Judul: Berpetualang bersama Asri dan Kimkim
Penulis: Rahayu Oktaviani
Ilustrasi: Aldriana Amir
Desain dan Tata Letak: Fibrian Yusefa Ardi
Bahasa: Indonesia
Diterbitkan: Javan Gibbon Research and Conservation Project, 2019

Di dalam buku terselip dua kartu pos dan stiker owa jawa yang cantik dari Javan Gibbon Research and Conservation Project ^_^

Terima kasih Ayu atas kerja samanya. Senang sekali bisa kembali bekerja sama. Semoga adik-adik di SDN Rimba Kencana makin semangat dan giat belajar serta peduli lingkungan dan satwa Indonesia. Sukses selalu dan tetap semangat untuk Ayu dan kawan-kawan!

Kegiatan Javan Gibbon Research and Conservation Project bisa diikuti di akun instagram @owahalimun.

14 Agustus 2018

Buku Harian Salwa Si Owa Jawa


Kemarin, saya dapat kiriman dari Penerbit Erlangga bukti terbit buku cerita Salwa si Owa Jawa, karangan Rahayu Oktaviani alias Ayu. Kaget dan gembira karena bukunya sudah terbit awal Agustus ini. Mulanya saya tidak yakin ilustrasi saya bakal dipakai dalam buku cerita ini. Ternyata Erlangga for Kids tetap menggunakan ilustrasi yang saya bikin. :D


Teman-teman pasti sudah sering baca tentang Ayu di blog ini. Semoga tidak bosan, ya. Hihihi. Menurut Ayu, cerita ini terinspirasi dari perilaku sehari-hari seekor owa jawa, yang juga bernama Salwa, dari salah satu kelompok yang biasa diamati Ayu di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Jawa Barat. Jadi, si Salwa ini benar-benar ada! Dan ketika membaca cerita ini kalian akan tahu fakta unik tentang owa jawa.

Saya senang sekali karena impian Ayu membuat buku cerita anak tentang owa terwujud. Yeaaay. Selamat, Ayu!!

Bagi teman-teman yang tertarik dengan Buku Harian Salwa, bisa dicari dan dibeli di toko buku atau di toko daring kesayanganmu. ^_^

Judul: Buku Harian Salwa Si Owa Jawa
Cerita: Rahayu Oktaviani
Ilustrasi: Aldriana Amir
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Erlangga for Kids, 2018

28 September 2017

Buku Cerita dari Negeri Jiran

Sudah cukup lama saya tidak menjalin komunikasi dengan Pak Shukri Edrus, penulis cerita anak dan ilustrator asal Malaysia. Tiba-tiba, kemarin saya dapat kiriman paket pos berisi tiga buku cerita karangan beliau yang dicetak ulang. Buku-buku tersebut berjudul 'Pak Pandir dengan Gergasi' (cetakan pertama tahun 1985), 'Sang Gedembai' (1987), 'Shakeel dengan Sita' (2015). Tahun 2015, terakhir kali kami berkomunikasi, Pak Shukri juga pernah mengirimkan saya dua kamishibai karyanya berjudul 'Alang Pipi Merah' dan 'Buluh Ajaib' yang baru saja terbit pada tahun itu. Kamishibai tersebut merupakan kamishibai pertama yang terbit di Malaysia. Jika dilihat dari informasi pada bukunya, buku-buku karangan beliau ini termasuk dalam kategori Folk Literature dan Children's Stories.

  Sang Gedembai (1987), Shakeel dengan Sita (2015), Pak Pandir dengan Gergasi (1985)

Kamishibai Buluh Ajaib dan Alang Pipi Merah (2015)

Saya berkenalan dengan beliau di acara Jakarta ASEAN Storytelling Festival yang diselenggarakan oleh KPBA (Kelompok Pencinta Bacaan Anak) tahun 2008. Acara itu dihadiri juga oleh para ilustrator dengan memamerkan karya-karyanya. Saya suka sekali lukisan/ilustrasi karya Pak Shukri karena simpel dan lucu. Selepas itu, kami bertukar alamat agar bisa berbagi cerita dan pengalaman seputar buku cerita, seni dan budaya lewat surat ataupun surel. Kami jadi berkawan. Beliau orangnya baik dan senang sekali bercerita. Sebelum menekuni profesinya yang sekarang, ia adalah pustakawan kanak-kanak di Perpustakaan Negara Malaysia. Tahun 2011, kami sempat bertemu kembali di Jakarta, waktu itu beliau bersama temannya sedang melakukan penelitian karya sastra Buya Hamka. Beliau pun membawakan saya beberapa buku cerita Malaysia dan buku cerita berbahasa Mandarin sebagai oleh-oleh.

Mengapa Adik? (Azizah binti Hamzah & Md. Shukri bin Edrus, 2010), Kisah Pak Kaduk (Shukri Edrus, 2010), Mimpi Raja Amir (Shariffah Norlaila Syed Alwi & Damas Wari, 2008). Damas Wari merupakan nama samaran/nama pena beliau

 Salah satu salinan karya Pak Shukri di majalah

Buku cerita Malaysia dan buku cerita India (terjemahan bahasa Malaysia) 

Kami beberapa kali saling bertukar buku cerita. Beliau mengirimkan beberapa buku karangannya dan buku cerita Malaysia. Begitu pun sebaliknya, saya mengirimkan buku cerita bergambar yang pernah saya ilustrasikan dan buku cerita Indonesia. Lewat buku-buku yang beliau kirim, saya jadi bisa sedikit belajar bahasa Malaysia. Bahasa yang digunakan dalam buku cerita tersebut tidak terlalu sulit karena hampir mirip dengan bahasa Indonesia, meski ada cukup banyak kata dalam bahasa Malaysia yang menurut saya aneh, lucu, dan tidak saya paham artinya. Saya menikmati ilustrasinya, buku-buku cerita ini pun menjadi panduan saya dalam menggambar.

Ternyata sudah lama saya tidak menulis karena kesibukan. Saatnya saya mulai kembali berkirim surat dan bertukar kabar dengan beliau. Terima kasih banyak atas buku-bukunya, Pak Shukri. Semoga terus cemerlang dan mari berkarya!

 Salah satu catatan kecil dari Pak Shukri Edrus

14 Juni 2017

Buku Rori Si Pelupa


Akhir Mei 2017 saya mendapat kiriman dari editor bukti terbit buku cerita bergambar Rori Si Pelupa. Buku yang baru saja terbit ini masih satu seri dengan Olli Si Penakut. Berkisah tentang tikus tanah bernama Rori yang lupa jalan pulang ke rumah setelah membeli seikat bunga untuk neneknya. Karena lupa, Rori jadi nyasar ke mana-mana hingga nyasar ke kamar mandi Robi Rubah! Rori tidak menyerah untuk terus menggali tanah sambil mengingat-ingat dan mencari jalan kembali ke rumahnya.



Sewaktu menggarap ilustrasi cerita ini saya jadi ingat diri saya sendiri yang sering nyasar kalau melewati gang atau jalan-jalan kecil. Buat saya, rasanya semua gang itu tampak serupa. Saya harus berputar-putar dulu di jalan yang sama, kadang sampai jauh ke mana-mana, hingga akhirnya menemukan jalan yang benar. Kadang dalam menjalani hidup juga suka begitu, kan? :D



Saya selalu bersemangat saat mengerjakan ilustrasi yang ceritanya benar-benar saya suka. Mudah bagi saya membayangkan gambarnya, apalagi jika sang editor memberi kebebasan kepada saya ketika menggarap ilustrasinya, selama ilustrasi sesuai dengan ceritanya. Meski ada revisi gambar di sana-sini dan ada sedikit kesalahan pada cetakannya (menurut editor, akan diperbaiki pada cetakan kedua dan seterusnya), saya tetap senang. Entah kenapa, saya suka ketawa lihat gambar sendiri. :))

Judul: Rori Si Pelupa
Cerita: Susan Monalusia
Ilustrasi: Aldriana Amir
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Erlangga for Kids, 2017

Bagi teman-teman yang tertarik, buku cerita Rori Si Pelupa bisa dibeli secara daring di sini atau di toko daring kesayanganmu. ^_^

24 Januari 2017

Buku Olli Si Penakut


Buku cerita bergambar yang ilustrasinya saya garap akhir tahun kemarin sudah terbit bulan ini. Kiriman dua buku sebagai bukti terbit baru saja saya terima siang tadi. Sempat deg-degan membayangkan hasilnya. Alhamdulillah, saya seneng banget!! Ketika saya buka bukunya, saya ketawa lihat gambar saya sendiri. Hahaha. Awal dikasih naskah cerita yang ditulis Susan Monalusia ini oleh sang editor, saya langsung suka. Simpel dan lucu, rasanya sesuai dengan gaya gambar saya. Hehehe. Mungkin di lain waktu saya akan sedikit cerita tentang proses pembuatan ilustrasinya di blog.



Saya ingin berterima kasih kepada Indri yang memberikan cerita ini kepada saya untuk saya gambar. Dan juga Edith, atas kerja sama dan masukannya hingga buku cerita ini terbit. Terima kasih! Senang sekali bisa kembali menggambar untuk Erlangga for Kids. ^_^

Judul: Olli Si Penakut
Cerita: Susan Monalusia
Ilustrasi: Aldriana Amir
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Erlangga for Kids, 2017

Bagi teman-teman yang tertarik, buku cerita Olli Si Penakut bisa dicari dan dibeli secara daring di sini atau di toko daring kesayanganmu. ^__^

30 Desember 2016

Kompilasi Komik

Kompilasi Komik Siluman Kucing (2016). Kompilasi Komik Sepanel Tiga Hati (2015)
Penerbit Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta

Saya baru tau dari seorang kawan tentang komik ini yang ngga sengaja dia beli di stan IKJ sewaktu acara PopCon 2016. Saya jadi ingin ikutan baca tapi bingung belinya di mana. Akhirnya saya coba hubungi Ardie, teman semasa kuliah yang saat ini menjadi pengajar ilustrasi di IKJ, buat pesan komiknya. Eh, tau-tau komiknya udah dateng aja kemarin, padahal saya belum bayar. Hahaha. Tenang, sekarang udah lunas, kok. Terima kasih ya, Die! ^_^

Komik terbitan FSR-IKJ ini merupakan karya terpilih yang dibikin oleh mahasiswa Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta, saat mengikuti perkuliahan Sequential Art. Mata kuliah ini diwajibkan bagi mahasiswa DKV yang mengambil peminatan ilustrasi. Menurut penjelasan dalam buku ini, tugas membuat komik tidak hanya menggambar komik saja tetapi melatih kemampuan menyampaikan maksud dan tujuan dengan baik. Sayangnya di zaman saya kuliah, beluma ada mata kuliah Sequential Art, namun ada Sekte Komik, semacam perkumpulan mahasiswa IKJ yang gemar bikin komik.

Senang bisa melihat karya akhir tugas kuliah adik-adik kelas dalam bentuk buku kompilasi komik ini. Temanya menarik, gaya gambarnya pun beragam. Kompilasi komik Sepanel Tiga Hati mengisahkan suasana di kampus IKJ dan kawasan sekitarnya dari sudut pandang mahasiswa, yang berhasil bikin saya kangen kampus. Kangen ngerjain tugas kuliah. Kangen dosen-dosen saya. Kangen Planetarium. Huhuhu. Saya sengaja baca komiknya sedikit-sedikit supaya ngga cepat habis. Hahaha. Semoga proyek kompilasi komik ini terus berjalan agar menambah keberagaman komik Indonesia dan dapat dijadikan koleksi bagi pencinta komik.

29 November 2016

Secarik Terima Kasih

Sudah sejak lama saya menyukai ilustrasi karya Neil Slorance. Belum lama ini saya mulai mengoleksi buku komik karangannya. Tidak semua hanya beberapa serial komik personalnya yang saya beli dari sini. Setiap komik pesanan saya itu tiba (meski cuma membeli satu), di dalam bukunya selalu terselip secarik kertas ucapan terima kasih yang ditulis langsung oleh Neil. Pada halaman judulnya pun tidak lupa dia bubuhi tanda tangan. Sebetulnya, ini sesuatu yang biasa saja karena dia juga melakukan hal yang sama kepada para pembeli sebagai bentuk terima kasih. Tetapi bagi penggemar karyanya yang tinggal di belahan dunia lain dan harus menunggu cukup lama hingga bukunya tiba, secarik kertas ini bisa menjadi istimewa dan sangat berkesan. ^_^





1 Oktober 2016

Buku Gambar Putih dan Cat Air

Kadang-kadang aku merasa buku gambar putih itu terlalu besar.
Buku gambar yang selalu kugambari,
tapi secara khusus terasa besar dan lebar
sehingga kadang aku tidak tahu mulai menggambar dari mana.
Hidup itu seperti menggambar sesuatu di buku gambar putih.
Ukuran buku gambarnya sudah ditentukan di dalamnya.
Kamu ingin menggambar apa atau ingin mewarnai apa, 
itu adalah keputusan masing-masing. 
Walau tidak berharap bisa menggambar dengan baik,
aku berharap gambar itu gambar yang bagus di hadapanku.
Bukan gambar yang disukai oleh orang lain,
tapi gambar yang aku sukai. 
Walau aku sedikit takut dengan buku gambar putih,
aku harus memulai menggambar sedikit demi sedikit.
***
Diambil dari buku "A Life Full of Love" karangan Cho Seon Jin. Halaman 275.
Pengalih Bahasa: Herlinda Yuniasti. Penerbit: Bhuana Ilmu Populer, 2016.

10 Maret 2016

Sedikit Cerita Tentang GMT 2016

Kemarin, 9 Maret 2016, bangsa Indonesia sangat antusias menyambut gerhana matahari total (GMT). Begitu pula saya, berharap bisa kebagian melihat gerhana matahari dari rumah di kawasan Pondok Gede. Hehehe. Walau hanya ikut memantau lewat siaran langsung Kompas TV dan media sosial, saya benar-benar merinding dan kagum melihatnya. Apalagi warga yang mengalami langsung proses fenomena alam yang sungguh luar biasa dan amat indah ini. Pagi hari ketika terjadi GMT, sekitar pukul 07.20 WIB, di kawasan tempat saya tinggal kondisinya menjadi redup seperti menjelang sore hari. Ayam-ayam jago peliharaan yang tadinya berkokok sahut-sahutan tiba-tiba senyap dan tenang. Tidak lama kemudian, perlahan-lahan suasana menjadi terang kembali. Ayam-ayam jago ramai berkokok lagi. Setelah itu, saya dan keluarga bersama warga sekitar mengikuti shalat Kusuf (gerhana) berjamaah di masjid dekat rumah.

Membaca koran Kompas hari ini tentang warga yang antusias menyaksikan gerhana matahari total bikin saya gembira. Seperti di Balikpapan, ribuan warga memadati Pantai Maggar untuk menyaksikan GMT. Saat awal gerhana, warga bersorak-sorai, dan kian riuh saat sabit terbentuk. Puncaknya, saat GMT, warga bersorak, bertepuk tangan, dan memukul-mukul botol minuman. Wuiiih, kebayang deh bagaimana serunya suasana di sana ketika GMT. Ada pula seorang warga di Yogyakarta yang memanfaatkan peristiwa langka ini untuk menyerahkan cincin pertunangan dan melamar kekasihnya menjadi pasangan hidupnya. Belum lagi keriaan festival-festival kesenian yang diselenggarakan di daerah setempat untuk menyambut GMT 2016.

Mengutip koran Kompas hari ini tentang perkataan wakil presiden Yusuf Kalla yang turut mengikuti shalat gerhana sebelum memantau peristiwa GMT di lapangan kota Palu, kabupaten Sigi. Setelah menyaksikan proses GMT, beliau berkata, "Oh, indah sekali. Bagaimana kekuatan alam, bagaimana (kita) mengetahuinya, matahari yang (berjarak) 150 juta kilometer dan bagaimana bulan yang jaraknya lebih kurang 40 juta kilometer dapat diketahui posisi pas, betul-betul pas. Itu, kan, kebesaran Allah. Karena pengetahuan manusia, presisi, menitnya sudah diketahui, tahun dan di menit sekian terjadi di sini, dan itu benar."

Entah kenapa perkataan Pak Kalla itu bikin saya terharu. Karena saya tidak punya foto-foto GMT 2016, jadi saya foto saja salah satu buku cerita rakyat favorit saya dari Jawa Timur berjudul "Gerhana" yang diceritakan kembali oleh Suyadi (1932 - 2015), ilustrasinya juga digarap oleh beliau. Seniman dan ilustrator Indonesia yang saya kagumi. Saya beruntung bisa bertemu Pak Suyadi alias Pak Raden di suatu acara tentang ilustrasi di Jakarta dan meminta beliau menandatangani buku-buku cerita koleksi saya, yang sengaja saya bawa pada saat itu.






Beberapa hari sebelum peristiwa gerhana matahari, saya kembali membaca buku cerita ini. Warga tidak lagi takut dengan raksasa Kala Rahu yang konon memakan dan menelan benda-benda langit termasuk matahari sehingga terjadi gerhana dan bumi menjadi gelap gulita. Kini warga menyambut kedatangan gerhana dengan penuh syukur dan sukacita.

17 Januari 2016

Buku Cerita dari Arnhem

Beberapa bulan lalu, seorang kawan menawarkan buku-buku lama bekas perpustakaan tempat ia bekerja. Tentu saya tidak menolak, apalagi  yang ditawarkannya buku cerita bergambar. Hehehe. Nah, awal Desember lalu, datanglah paket superbesaaaar yang dijanjikan. Walau sudah tahu mau dikirimi paket dari sana tapi saya ngga mengira paketnya bakal besar banget! Paket berisi buku cerita anak yang sebagian besar berbahasa Belanda ini menempuh waktu perjalanan tiba di Indonesia sekitar dua minggu. Bukunya banyak sekali. Buku bekas namun kondisinya cukup baik. Meski tidak paham bahasa Belanda, saya sangat menikmati gambar-gambarnya. Ilustrasinya beragam dan unik, tanpa membaca teksnya saja saya sudah tersenyum. Dalam paket, di atas tumpukan buku cerita, ada sebatang cokelat dan selembar kartu pos lucu berisi pesan singkat dari mbak Martha.




Mbak Martha dan keluarga bermukim di Arnhem, Belanda. Kawan di dunia maya yang saya kenal lewat blog ini adalah pustakawati pada bagian buku anak di Perpustakaan Umum Arnhem. Di sela-sela kesibukan kerja dan rumah tangga, mbak Martha punya proyek tentang buku anak yang baru saja dimulainya tahun 2015 dan ia tampilkan di duniabukuanak.nl. Websitenya sangat informatif. Bagi yang senang dengan buku cerita, ilustrasi, ataupun puisi pasti akan suka main ke sana. :)



Terima kasih banyak mbak Martha buat kiriman buku dan oleh-oleh cokelatnya! :D

10 Januari 2016

Gambar di Ensiklopediaku yang Pertama

Almarhum papa saya sangat suka buku. Beliau senang sekali membaca dan menulis. Sewaktu kami kecil, di rumah ada ruang perpustakaan pribadi yang semua isinya buku koleksi beliau. Nama perpustakaannya ALVEDILA. Singkatan dari nama panggilan kami bertiga. Veni, Dian, Ela. Mulai dari buku-buku sains, sosial, agama, kesehatan, biografi, ensiklopedia, psikologi sampai sastra ada di sana. Paling banyak buku astronomi, geografi, dan peta dunia (atlas). Buku-buku tersebut sering dipakai beliau sebagai bahan acuan mengajar di SMA dan menulis buku-buku pelajaran Geografi. Untuk urusan buku papa saya sangat royal. Seiring berjalannya waktu, buku koleksi papa semakin bertambah. Ruang perpustakaan tidak lagi muat menampung buku-buku tersebut. Papa memutuskan untuk menjual sebagian besar buku koleksinya ke tukang loak. Sebagian lagi, yang merupakan buku kesayangan dan buku-buku penting buat beliau, disimpannya rapi di lemari buku yang tidak terlalu besar, namun cukup untuk menaruh buku-bukunya. Hingga kini buku koleksinya tersebut masih kami rawat dengan baik.

Tempat membaca dan lemari buku papa di rumah

Sewaktu SD, kami ikut-ikutan papa membuka perpustakaan di garasi rumah. Namanya pun sama, ALVEDILA. Berisi kumpulan buku cerita koleksi kami. Kakak saya dengan koleksi buku Lima Sekawan, The Babysitter Club, komik Nina, dll. Saya dan adik dengan komik Candy-Candy, Doraemon, Kungfu Boy, Pansy, dll. Koleksi buku cerita saya lebih sedikit dibandingkan punya kakak dan adik, sebab saya lebih sering beli mainan. Hehehe. Kami punya tugas masing-masing ketika menjalankan perpustakaan. Pada waktu itu lumayan banyak yang datang ke rumah untuk menyewa buku. Sebagian besar adalah teman-teman kompleks rumah. Uang hasil sewa buku tersebut kami belikan lagi buku cerita baru. Tapi lama kelamaan banyak buku yang rusak karena dipinjam dan susah sekali dikembalikan. Karena sayang dan khawatir akan keselamatan buku-buku cerita koleksi kami, jadi kami sepakat menutup perpustakaannya.

Di antara sekian banyak buku koleksi papa, ada satu seri buku yang paling saya suka waktu kecil. Yaitu "Disney's Ensiklopediku yang Pertama", Penerbit Grolier Enterprises, Inc. Edisi bahasa Indonesianya diterbitkan pertama kali oleh PT Widyadara, Jakarta 1983. Terdiri dari 24 jilid. Ilustrasi berwarna dalam buku tersebut sangat menarik dan lucu. Ada gambar tokoh-tokoh kartun Disney yang meramaikan isi buku. Disisipi pula ilustrasi foto untuk mendukung penjelasan tulisan dalam ensiklopedi tersebut. Saya suka sekali lihat gambar-gambar kartun yang ada di dalamnya. Gambarnya sering saya tiru untuk digambar lagi di buku tulis pakai pensil warna seadanya.





Dari kecil saya ngga bisa lihat bidang kosong yang bersih, pasti habis dicorat-coret pakai pulpen, kapur tulis, sampai pensil alis punya mama. Alhamdulillah, saya ngga pernah dimarahi. Sepertinya orangtua saya paham betul kalau anaknya sedang berekspresi. Sedihnya, saya tidak punya kenang-kenangan atau dokumentasi gambar-gambar yang saya bikin sewaktu kecil. Saya ingat, kala itu saya suka menggambar pakai pensil di satu buku tulis kotak-kotak sampai bukunya keriting. Isinya penuh dengan gambar-gambar orang. Entah buku tulisnya itu lenyap ke mana. Mungkin ikut terjual ke tukang loak.

Namun, ada gambar yang tersisa di satu buku kesukaan saya itu, yang saya bikin sewaktu kecil. Gambarnya terdapat di belakang buku Disney's Ensiklopediku yang Pertama, jilid 15. Digambar pakai pulpen.




Saya ngga tahu maksud gambarnya apa, kayaknya gambar orang-orang (laki-laki) sedang bergaya memakai rompi, dasi kupu-kupu, dan topi. Ada pula yang memakai kacamata. Dulu saya paling suka menggambar orang. :))

Saya baru menemukan gambar di belakang buku ini minggu kemarin ketika sedang mencari bahan untuk menggambar. Padahal saya sering membuka-buka buku-buku ensiklopedi ini. Buku ini benar-benar buku ensiklopedi saya yang pertama. Bukunya sudah usang dan menguning, namun masih lengkap kami simpan. Sampai sekarang tetap menjadi buku kesukaan saya dan sering saya jadikan sebagai referensi menggambar.