Tampilkan postingan dengan label Berbagi Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berbagi Cerita. Tampilkan semua postingan

30 Juni 2020

Kotak Mainan


Sedikit demi sedikit saya mulai merapikan kamar. Banyak sekali barang yang saya simpan. Dari sekian banyak barang tersebut adalah kotak tempat mainan kaleng (tin toys). Sejak pertama membeli mainan kaleng dan saat masih semangat mengumpulkan, saya memang tidak mau membuang kotaknya karena tampilan visualnya yang menarik. Selain itu mainan bisa dimasukkan ke kotaknya kembali kalau sudah bosan dan tidak mau dipajang lagi. Sementara ini koleksi mainan kaleng saya masih terpajang manis di lemari kaca. Setelah kotak-kotak tempat mainan kaleng dibersihkan dan difoto untuk diposting di blog ini, hehehe, saya susun dan simpan lagi di laci. :D

8 Juni 2020

Halo!


Ah, saya rindu sekali dengan blog ini. Saya rindu mengisinya dengan gambar-gambar dan cerita walau entah masih ada yang mampir ke sini atau tidak. Saya rindu kamar tempat saya menggambar hingga larut malam karena tempat tersebut masih berantakan dan perlu dirapikan. Belum lagi beberapa waktu lalu komputer yang biasa saya pakai untuk mengedit gambar tiba-tiba mati. :(

Selama #dirumahaja selain bersepeda, saya senang beryoga. Hampir dua tahun ini saya rutin beryoga. Di masa pandemi ini saya berusaha untuk tetap hidup sehat dengan berlatih yoga di rumah dan sesekali ikut kelas daring dengan guru-guru yoga yang mungkin jika keadaan sudah kembali aman dan normal belum tentu saya bisa ikut kelasnya dikarenakan tempatnya jauh dari lokasi tinggal atau tarif kelas yang belum terjangkau. Selain itu, penghilang stres kala di rumah saja adalah bermain dengan kucing peliharaan kesayangan. Ada Naomi, Kenjo, Kenji, Bulet, Bona, Boni, Olla, dan Jojo. Ada juga kucing-kucing liar yang kerap datang tiap pagi, siang, sore ke rumah untuk makan dan minum. Si Cila, Dipsy, Ucil, Roni, Rani, Jeanny, Uta, Rudi (Bapaknya si Bulet), daaaann...masih banyak lagi. Rasanya mereka sudah akrab saja dengan kami di rumah. Mungkin nanti saya akan bercerita tentang kucing-kucing disertai gambar-gambarnya. :D 

Mudah-mudahan saya bisa memotivasi diri saya dengan menumbuhkan kembali semangat mengisi blog ini.

27 Agustus 2019

Buku Aktivitas Owa Jawa

Sekitar tiga bulan lalu, Ayu dan saya kembali bekerja sama. Kali ini membuat ilustrasi buku aktivitas tentang owa jawa. Setelah diberikan gambaran isi bukunya oleh Ayu, saya mulai membuat sketsa kasar. Kemudian kami mulai berdiskusi lewat surel. Ketika sketsa disetujui, lalu saya lanjut ke pengerjaan ilustrasi. Karena waktu itu ada kesibukan yang mengharuskan saya bolak-balik keluar kota, pengerjaan ilustrasinya jadi tertunda beberapa kali (maafkan ya, Ayu. Huhuhu). Karena bukunya akan didesain dan digunakan dalam waktu dekat, Ayu selalu aktif mengingatkan saya untuk segera menyelesaikan ilustrasinya (makasih, Ayu! Hehehe). Kalau sudah diingatkan begini, saya langsung buru-buru menyelesaikan gambarnya. :D


Sketsa kasar

Di buku ini terdapat dua tokoh yaitu Asri, seorang anak perempuan yang senang sekali mengamati satwa dan menjelajah alam. Asri bercita-cita ingin menjadi peneliti satwa liar dan membantu mereka tetap lestari di alam liar. Lalu ada Kimkim, si owa jawa yang tinggal di hutan Citalahab, Taman Nasional Gunung Salak Halimun. Dengan buku aktivitas ini, adik-adik diajak berpetualang bersama Asri dan Kimkim ke dalam hutan untuk mengenal lebih dekat owa jawa.

Nah, minggu lalu saya dapat kabar lewat surel kalau bukunya sudah dicetak. Ayu mengirimkan foto hasil bukunya. Desain bukunya sangat apik dan menarik. Saya suka sekali. Serta foto adik-adik yang sedang belajar tentang konservasi menggunakan buku tersebut di kelas.








Ayu (kedua dari kiri) bersama Timnya. 
Foto-foto oleh: Rahayu Oktaviani

Saya pun dikirimi salinan bukunya oleh Ayu. Hasil cetakan dan kertas yang dipakai bagus dan tebal sehingga buku tidak gampang lecek.

 Judul: Berpetualang bersama Asri dan Kimkim
Penulis: Rahayu Oktaviani
Ilustrasi: Aldriana Amir
Desain dan Tata Letak: Fibrian Yusefa Ardi
Bahasa: Indonesia
Diterbitkan: Javan Gibbon Research and Conservation Project, 2019

Di dalam buku terselip dua kartu pos dan stiker owa jawa yang cantik dari Javan Gibbon Research and Conservation Project ^_^

Terima kasih Ayu atas kerja samanya. Senang sekali bisa kembali bekerja sama. Semoga adik-adik di SDN Rimba Kencana makin semangat dan giat belajar serta peduli lingkungan dan satwa Indonesia. Sukses selalu dan tetap semangat untuk Ayu dan kawan-kawan!

Kegiatan Javan Gibbon Research and Conservation Project bisa diikuti di akun instagram @owahalimun.

1 Februari 2019

Ngeblog lagi!


Selama dua bulan saya ngga mengisi blog dengan gambar maupun tulisan. Kangeeeenn!! *peluk2 blog*. Mulai Februari ini saya mau aktif kembali menggambar dan bercerita di sini. Sudah ada beberapa sketsa gambar iseng-iseng yang saya siapkan. Semoga saja saya bisa konsisten ngeblog seperti tahun-tahun sebelumnya. Amin! :D

Ini gambar pertama saya di tahun 2019, yang menggambarkan kalau sampai sekarang saya masih senang bersepeda ke mana-mana dengan sepeda MTB lama saya. Walau jarak yang saya tempuh belum terbilang jauh tapi hampir setiap hari saya bersepeda. Karena selain menggambar, bersepeda juga bikin saya happy dan sehat! ^__^

17 Agustus 2018

Dirgahayu Indonesiaku

Dalam rangka menyemarakkan kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, saya ingin menampilkan koleksi Sampul Hari Pertama (SHP) yang saya kumpulkan beberapa tahun belakangan ini. Karena hari ini hari kemerdekaan Republik Indonesia, MERDEKAA!! Jadi saya akan memajang SHP bertemakan kemerdekaan Indonesia juga. Koleksi ini saya dapatkan dari berburu di Pasar Baru, toko daring, dan barter dengan teman. Tidak banyak dan masih belum lengkap, mulai dari 10 tahun kemerdekaan sampai 58 tahun kemerdekaan saja. Tapi saya senang dengan koleksi saya ini. Semoga nanti saya bisa melengkapinya. ^_^




Dirgahayu Republik Indonesia❤️
Jaya Indonesia!🇮🇩🇮🇩🇮🇩

14 Agustus 2018

Buku Harian Salwa Si Owa Jawa


Kemarin, saya dapat kiriman dari Penerbit Erlangga bukti terbit buku cerita Salwa si Owa Jawa, karangan Rahayu Oktaviani alias Ayu. Kaget dan gembira karena bukunya sudah terbit awal Agustus ini. Mulanya saya tidak yakin ilustrasi saya bakal dipakai dalam buku cerita ini. Ternyata Erlangga for Kids tetap menggunakan ilustrasi yang saya bikin. :D


Teman-teman pasti sudah sering baca tentang Ayu di blog ini. Semoga tidak bosan, ya. Hihihi. Menurut Ayu, cerita ini terinspirasi dari perilaku sehari-hari seekor owa jawa, yang juga bernama Salwa, dari salah satu kelompok yang biasa diamati Ayu di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Jawa Barat. Jadi, si Salwa ini benar-benar ada! Dan ketika membaca cerita ini kalian akan tahu fakta unik tentang owa jawa.

Saya senang sekali karena impian Ayu membuat buku cerita anak tentang owa terwujud. Yeaaay. Selamat, Ayu!!

Bagi teman-teman yang tertarik dengan Buku Harian Salwa, bisa dicari dan dibeli di toko buku atau di toko daring kesayanganmu. ^_^

Judul: Buku Harian Salwa Si Owa Jawa
Cerita: Rahayu Oktaviani
Ilustrasi: Aldriana Amir
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Erlangga for Kids, 2018

12 April 2018

Bernostalgia di Taman Tino Sidin

Tino Sidin (25 November 1925 - 29 Desember 1995)

Liburan akhir pekan bulan Maret lalu, saya bersama keluarga berkesempatan jalan-jalan ke Yogyakarta. Hampir belasan tahun kami (kakak, saya, adik, dan mama) tidak pernah jalan-jalan bersama. Jadi ini benar-benar kesempatan langka. Karena keterbatasan waktu, tidak semua tempat wisata kami kunjungi. Kami punya rencana tujuan wisata masing-masing. Satu tujuan utama tempat wisata yang ingin sekali saya kunjungi adalah Museum Tino Sidin yang terletak di Kasihan, Bantul. Sekitar satu jam dari kota Yogja. Sudah lama saya ingin ke sana. Bila ada kesempatan ke Yogyakarta saya harus mengunjungi tempat tersebut. Alhamdulillah, kesampaian juga.

Kami berangkat dari kota Yogja pukul 8 pagi. Saat kendaraan kami memasuki wilayah Bantul, saya suka sekali pemandangannya. Suasana pedesaannya, sawah di mana-mana, tenang, rapi, trotoar-nya tidak dipenuhi oleh tenda-tenda PKL sehingga kelihatan bersih. Kami tiba di Museum Tino Sidin sekitar pukul 9 pagi. Letak museumnya di kompleks perumahan. Tampilannya pun seperti rumah tinggal biasa. Ketika masuk, rasanya kami seperti sedang main ke rumah kakek atau saudara saja. Karena memang rumah pribadi Pak Tino Sidin-lah yang dijadikan museum sederhana oleh anak-anak beliau. Di depan museum terdapat patung Pak Tino, dan di samping kanannya terparkir mobil sedan Datsun tahun 70-an milik Pak Tino yang masih dirawat dan dikendarai sendiri oleh putri bungsu beliau. Museum ini dikenal juga dengan sebutan Taman Tino Sidin, yang terinspirasi oleh Taman Ismail Marzuki. Diharapkan Taman Tino Sidin bisa sebagai tempat melanjutkan cita-cita dan semangat Pak Tino, khususnya dalam dunia pendidikan seni anak-anak.


 Suasana halaman depan Taman Tino Sidin


Sesampainya di sana, kami disambut ramah oleh Mas Lanang, pemandu Taman Tino Sidin, mahasiswa Arkeologi UGM. Kami pengunjung pertama pada Sabtu pagi itu. Setelah mengisi buku tamu dan membayar tiket masuk Rp. 5000/orang, kami diajak berkeliling oleh Mas Lanang. Museum terdiri dari dua lantai. Ruang pamer (galeri) dan ruang tinggal (pribadi) berada di lantai 1. Lantai 2 masih sebagai ruang pamer (galeri) dan ruang pertemuan serta tempat kegiatan seni anak-anak.

Pertama-tama, kami diajak Mas Lanang melihat-lihat buku karya Pak Tino Sidin. Ada buku Gemar Menggambar, Ayo Menggambar, buku cerita bergambar, dan masih banyak lagi. Buku-buku tersebut dipajang rapi dalam lemari kaca yang bisa kita lihat dan baca-baca sekilas.


Lalu, ada juga penghargaan dan surat/arsip-arsip milik Pak Tino, seperti kwitansi dari Bapak Soeharto (Presiden RI ke-2), amplop honorarium dari TVRI, dll. Ada spidol besar merek Pentel yang biasa dipakai Pak Tino membuat outline gambar sebelum gambar diwarnai krayon Pentel-nya dalam acara Gemar Menggambar yang ditayangkan TVRI tahun 80-an. Pak Tino senang menyimpan segala sesuatu yang dianggap bersejarah/berharga oleh beliau. Ketika melihat spidol dan krayon Pentel milik Pak Tino, ingatan saya langsung terbang ke masa kecil saya pada sore hari saat menonton acara televisi beliau.



Mas Lanang sedang menjelaskan kwitansi dari Pak Harto untuk Pak Tino

Pada dinding ruangan terpajang sketsa hitam putih dan sketsa berwarna menggunakan spidol, yang menggambarkan pemandangan alam dan suasana. Ketika mengunjungi suatu tempat, Pak Tino senang mendokumentasikannya ke dalam gambar berupa sketsa. Ada pula sketsa cat air serta lukisan cat minyak. 






Pada bagian lain terpajang memorabilia Pak Tino, seperti baju batik, arloji, kacamata, dan topi baret yang menjadi ciri khasnya. Semua dalam kondisi sangat baik. 



Pada ruang selanjutnya, dokumentasi berupa foto-foto Pak Tino bersama keluarga, kawan-kawan sesama seniman, seperti Affandi, Basuki Abdullah, S. Soedjojono. Dan foto-foto kegiatan Pak Tino saat aktif di kepanduan.



Setelah melihat karya-karya Pak Tino hingga ke lantai 2, kami diajak Mas Lanang kembali ke lantai 1 untuk menonton video rekaman acara Gemar Menggambar sambil menggambar bersama. Kertas dan spidol disediakan di sana. Karena keterbatasan kertas dan spidol, hanya saya dan mama saya yang ikut menggambar, kakak dan adik sebagai fotografer. Saya benar-benar bernostalgia di Taman Tino Sidin!





Mama menggambar :D

Seperti mengulang masa kecil saya di rumah, menggambar mengikuti tahap-tahap gambar yang dipandu oleh Pak Tino lewat layar televisi tapi kali ini saya menggambar di rumah beliau.

Setelah video Pak Tino selesai, selesai pula sesi menggambar bersama, yang menjadi bagian akhir dari berkeliling di Taman Tino Sidin. Kami semua spontan tepuk tangan saking gembiranya. Sambil kompak melambaikan tangan dan bilang, "Dadaaaah, Bapaaaakkk.." ke arah televisi. :))

Kebetulan sekali hari itu ada Ibu Titik Tino Sidin (putri bungsu Pak Tino), pemilik sekaligus pengelola Taman Tino Sidin, sedang membimbing anak-anak menggambar di lantai 2. Saya meminta izin ke Mas Lanang untuk minta tanda tangan beliau pada hasil gambar saya dan berfoto bersama beliau buat kenang-kenangan. ^_^


Bagus!!

Sekitar pukul 11.00, kami pamit untuk meneruskan perjalanan ke tempat wisata berikutnya. Ini kunjungan museum paling berkesan buat saya. Berkunjung ke rumah idola saya sejak kecil, yang membuat saya senang menggambar.

 Pesan Pak Tino Sidin untuk anak-anak Indonesia

Terima kasih, Pak Tino!

Foto oleh: 
Alvenia Amir, Alvina Amir

Lokasi:
Taman Tino Sidin
Jalan Tino Sidin No. 297 Kadipiro, Ngestiharjo
Kasihan, Bantul - Yogyakarta 55182

Tiket Masuk: Rp. 5000,- | Buka: 10.00 - 17.00 WIB | Tutup Minggu

28 Februari 2018

Ilustrasi Poster Hari Primata Indonesia 2018


Bulan Januari lalu, saya mendapat pesanan gambar dari Ayu, untuk bikin ilustrasi poster Hari Primata Nasional yang diperingati setiap tanggal 30 Januari. Rencananya poster akan digunakan sebagai sarana informasi dan sosialisasi pendidikan tentang primata Indonesia ke sekolah-sekolah dasar.

Walau waktu pesanannya mendadak, ternyata bisa juga saya kejar. Hehehe. Saya senang bekerja sama dengan Ayu, orangnya pengertian banget, saya selalu bilang ke Ayu kalau gaya gambar saya kartun. Dan Ayu menjawab, "Ngga apa-apa banget, Mbak. Sasarannya kan anak-anak." Jawaban Ayu bikin saya semakin semangat menggambar. :D

Setelah diberi beberapa contoh poster oleh Ayu dan jenis primata Indonesia apa saja yang akan digambar di poster, lalu saya mulai dulu dengan membuat sketsa kasar karakter primata yang sudah ditentukan berdasarkan rujukan foto dari internet dan buku yang saya punya. Setelah itu, saya ajukan ke Ayu. Jika menurut Ayu sudah oke sketsanya, baru kemudian saya bikin ilustrasinya.

Sketsa Karakter

Sketsa Poster

Setelah siap, ilustrasi saya kirim ke Ayu lewat surel. Ternyata Ayu suka hasilnya. Menurut rencana Ayu, ilustrasi hitam-putihnya akan dijadikan sebagai lembar kegiatan mewarnai anak-anak. Cerita dan dokumentasi kegiatan Ayu bersama kawan-kawan ketika memperingati Hari Primata Indonesia 2018 bisa diintip di sini.

Sekitar dua minggu yang lalu saya dikirimi poster primata ukuran A3 dan bonus kalender Owa Jawa 2018 oleh Ayu. Terima kasih banyak, Ayu!! Salut buat Ayu dan kawan-kawan, terus semangat untuk proyek-proyek penelitiannya, ya! 

 Poster Primata Indonesia 2018 dan Kalender Owa Jawa 2016 masih terpajang di ruang kerja :))

Kalender Owa Jawa 2018

Kegiatan Ayu bersama timnya dalam melakukan penelitian dan konservasi Owa Jawa bisa ditengok dan diikuti di akun Instagram @owahalimun atau laman Facebook Javan Gibbon Research and Conservation Project. Kisah-kisah menarik penelitiannya juga bisa dibaca di owahalimun.wordpress.com.