Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan

28 Januari 2012

How To Be A Ghost

Halo! Akhirnya saya bisa kembali meng-update blog ini setelah menyelesaikan deadine kerjaan yang sudah lewat, huhu... Baiklah, kali ini saya ingin membahas sedikit buku cerita pertama karya Neil Slorance bersama rekannya Campbell Miller, yang diterbitkan secara indie oleh penerbit Pipe Down bulan November lalu. Dan Neil berbaik hati mengirimkan satu bukunya kepada saya, iiih baik banget ya... :D

Buku berukuran mini ini mengisahkan hantu baik hati yang ingin bercerita dan berbagi pengalamannya sebagai hantu. Agak horror ya, tapi percaya deh buku ini ngga ada horror-horrornya sama sekali. Saya malah senyum-senyum sendiri bacanya. Lucu sekaligus manis. Coba deh perhatikan sosok hantunya, cute banget kan, mungkin kalau ketemu hantu kayak begini bakalan saya jadiin maenan :))

Cerita dimulai ketika si hantu (sebelum menjadi hantu) tiba-tiba meninggal. Kemudian hal-hal 'keren' sebagai hantu pun ia alami, seperti; dapat terbang melayang menembus dinding atau meluncur ke bawah menembus tangga. Suatu hari si hantu sadar kalau ia merasa sendirian di 'dunia'nya itu. Maka mulailah ia menulis buku panduan bagaimana cara menjadi hantu, tujuannya mengajak kita yang belum menjadi hantu supaya menjadi hantu :))

Ada beberapa tips sederhana yang ditulis oleh si hantu imut ini, salah satunya melakukan aktivitas gentayangan. Kamu bisa dengan asiknya 'menggangu' orang yang tidak kamu suka sewaktu kamu masih hidup. Misalnya bos lama kamu yang nyebelin, mantan pacar yang ngeselin, atau teman sekolah yang dulu pernah nge-bully kamu. Di sini si hantu juga bercerita bahwa hidupnya setelah meninggal sama seperti ketika ia belum meninggal, invisible, merasa tidak diterima dan sering kali diabaikan oleh teman-temannya, hiks... *peluk si hantu* Dan yang lebih membuatnya sedih dan menyesal adalah ia tidak sempat menyatakan rasa sukanya kepada seorang gadis pelayan bar langganannya yang sudah lama ia taksir, huhuu... *peluk si hantu lagi* Ah, ternyata hantu memiliki perasaan yang sama dengan kita yang masih hidup ya... :)

Buku yang dikemas sederhana dan bisa dikantongin ini dicetak di kertas daur ulang dengan kualitas yang baik, juga disertai bonus gambar original dari Neil dan fakta menarik tentang hantu. Ilustrasi dikerjakan secara manual menggunakan pena dan cat air dengan teks berupa tulisan tangan membuat buku mungil ini menjadi terasa lebih personal dan tentunya menghibur! :D



Sebenarnya masih ada buku cerita lainnya yang ingin saya bahas tapi nanti aja deh di postingan berikutnya, hehe... Saya mau lanjut lagi ngerjain kerjaan gambar, banyak sekali gambar yang harus saya perbaiki, huhuu...

25 Maret 2011

When Everybody Wore a Hat

Kali ini saya ingin membahas salah satu buku bergambar (picture book) yang ditulis dan diilustrasikan oleh William Steig. Buku ini dulu saya temukan di toko buku QB World, Sarinah-Thamrin. Awalnya saya tertarik dengan desain dan ilustrasi sampulnya yang sangat sederhana. Karena saya punya kebiasaan menghakimi buku berdasarkan sampul dan ilustrasinya, jadilah saya beli buku ini tanpa pikir panjang.

When Everybody Wore a Hat, William Steig, 2003, An Imrpint of HarperCollins Publisher

When Everybody Wore a Hat merupakan memoar buku bergambar, mengisahkan kehidupan masa kecil opa William di Bronx sebagai imigran pada tahun 1916 ketika ia berusia 8 tahun, "This is the story of when I wa
s a boy, almost 100 years ago, when fire engines were pulled by horses, boys did not play with girls, kids went to libraries for books, there was no TV, you could see a movie for a nickel, and everybody wore a hat."


Opa William menceritakan keseharian dan impiannya dengan sederhana, seperti; ayahnya yang senang main catur, ia dan ibunya belanja ke pasar setiap saat, adiknya yang takut dokter dan ketika pertama kali ia cukur rambut di Ditchick's Barbershop. Lucu dan lugu. Ada satu bagian cerita yang bikin saya tersenyum, " Everyone wanted his picture on horse. To be sitting on a horse like a cowboy was really something. Camera was very big then, and you had to stay very still. This was hard for the horse."

Ilustrasinya yang 'aneh'-lah yang bikin saya jatuh hati sama opa William. Ia mampu menggambarkan semua karakter yang ia ceritakan dengan ekspresif dan unik, seperti gambar tukang daging yang gemuk berkumis lebat, gambar sahabat ibunya yang memakai korset, sepatu hak tinggi dan topi buah-buahan, lalu ada tokoh Esther Haberman si ‘mulut besar’ yang benar-benar digambar dengan mulut yang besar!
Menurut saya buku memoar bergambar ini sweet banget, diawali dengan foto hitam putih saat opa William kecil dan diakhiri dengan foto opa William berusia 96 tahun (tahun 2003).

Buku ini juga sebagai referensi saya dalam menggambar. Ilustrasinya yang anak-anak 'banget', spontan, flat, garis hitam yang tebal, warna-warna lembut dengan sapuan cat air yang lepas, tipis, dan cenderung berantakan membuat buku cerita ini benar-benar beda dan layak dikoleksi bagi penggemar buku bergambar. :)

William Steig (1907–2003) adalah kartunis Amerika yang sukses sebagai penulis dan ilustrator buku cerita anak. Lebih dari 30 buku cerita anak karangannya, yang kebanyakan bertema persahabatan. Buku William Steig lainnya yang saya punya adalah Wizzil (tahun 2000), diilustrasikan oleh Quentin Blake, yang juga saya temukan di QB World. Sayang ya toko bukunya udah tutup, hiks...


Selamat hari Jumat semuanya! :)

11 Desember 2010

Madeline, harta karun di Hellofest 7

Sabtu minggu lalu saya dan Rossa, seorang kawan blogger, janjian untuk mengunjungi acara Hellofest 7 di Balai Kartini, Jakarta. Hellofest adalah program tahunan terbesar dari Hellomotion untuk mempromosikan animasi dan film pendek karya negeri sendiri. Selain untuk melihat acaranya, tentu saja sekalian bertemu dengan Rossa untuk pertama kalinya di dunia nyata. :D

Dibanding Hellofest 4 yang pernah saya kunjungi sebelumnya, Hellofest 7 kali ini sangat meriah. Ada pasar Hellofest yang menjual pernak-pernik unik dan menarik, mulai dari mainan jadul, tin toys, barang-barang seni, t-shirt, pameran karya seni, dll. Ada juga KostuMassa (penonton berkostum/ costplay) yang superheboh, dari kostum tokoh kartun manga yang ngga saya ngerti sampai kostum RoboCop!

Di sana ada salah satu stand yang menjual buku bekas dengan kondisi cukup baik dan harga yang terjangkau, namanya Omaniuum. Kami tertarik melihat buku-buku di stand tersebut yang kebanyakan buku cerita anak. Ngga lama ngubek-ngubek tumpukan buku, saya langsung jatuh hati dengan dua tampilan ilustrasi sampul buku cerita berjudul "Madeline" yang bernuansa Paris. Tanpa pikir panjang, langsung saya beli padahal saya ngga tahu buku itu bercerita tentang apa. Karena budget saya terbatas saya hanya beli satu buku yaitu, "Madeline's Rescue". Sampai di rumah saya agak menyesal kenapa ngga beli dua-duanya. Akhirnya, saya langsung pesan via email malam itu juga ke Omaniuum, sebuah toko buku kecil yang berlokasi di Bandung. Besok harinya saya dapat kabar kalau bukunya masih ada. Ternyata saya masih berjodoh dengan Madeline! :D

Halaman Judul

Apa sih istimewanya buku Madeline ini? Pertama saya suka sekali dengan ilustrasinya, sangat klasik. Ilustrasinya lebih bercerita di buku ini. Beberapa ilustrasi berupa sketsa dengan warna kuning yang dominan dan ada juga berupa ilustrasi utuh, lengkap dengan warna-warni pekat namun tetap cerah. Dengan ilustrasi yang ramai (busy illustration capture) serta nuansa Paris yang kental membuat saya semakin jatuh cinta dengan buku ini.

Madeline ditulis dan diilustrasikan oleh Ludwig Bemelmans, pertama kali diterbitkan tahun 1939. Ketika saya mencari info buku ini di google, saya terkejut ternyata Madeline bukan buku cerita biasa. Awalnya buku ini ditolak oleh penerbit Viking Press (penerbit buku besar di Amerika) dan akhirnya diterbitkan oleh penerbit lain. Madeline sangat populer di masanya dan meraih Caldecott Award Book tahun 1954, yaitu penghargaan untuk para seniman buku bergambar (
picture book) paling terkemuka di Amerika untuk anak-anak yang diterbitkan tahun itu.

Buku ini berkisah tentang dua belas gadis kecil yang tinggal di sebuah rumah tua (semacam asrama) di Paris. Mereka dirawat dan dijaga oleh biarawati baik hati, Miss Clavel. Di antara kedua belas gadis kecil itu Madeline-lah yang terkecil. Ceritanya sederhana dan lucu. Dengan teks cerita yang pendek dan berirama membuat saya senang membacanya, apalagi anak-anak ya... :)


Setiap cerita diawali dengan: In an old house in Paris that was covered with vines, Lived tweleve little girls in two straight lines. They left the house at half past nine, In two straight lines in rain or shine. The smallest was Madeline. She was not afraid of mice. She loved winter, snow, and ice. To the tiger in the zoo, Madeline just said, "Pooh pooh!"

Madeline, Ludwig Bemelmans, Picture Puffin 1977, 44 hlm.

Buku pertama yang berjudul Madeline ini, mengisahkan Madeline sakit usus buntu dan harus dioperasi. Membuat kesebelas teman Madeline sedih. Esok harinya kesebelas temannya itu menjenguk Madeline di rumah sakit. Di kamar rawat inap Madeline banyak permen dan mainan dari Papa. Madeline dengan bangga menunjukkan bekas jahitan operasi usus buntunya kepada sebelas temannya itu. Sepulang menjenguk Madeline, kesebelas teman Madeline malamnya menangis, membuat Miss Clavel panik. Ternyata mereka juga ingin operasi usus buntu seperti Madeline.

Madeline's Rescue, Ludwig Bemelmans, Picture Puffin 1981, 50 hlm.

Madeline's Rescue adalah judul kedua dari seri buku Madeline. Mengisahkan Madeline terjatuh di Sungai Seine dan diselamatkan oleh seekor anjing. Petualangan yang hidup dengan dua belas gadis kecil dan seekor anjing bernama Genevieve, sekali lagi membawa saya bersama ilustrasi Bemelmans ke kota Paris yang memikat!
Judul buku Medeline lainnya yaitu: Madeline and The Bad Hat, Madeline and The Gypsies, Madeline in London, Madeline's Christmas.

Sungguh hari sabtu yang menyenangkan! Saya bisa bertemu dengan kawan blogger saya Rossa (Thanks, Cha! Kapan-kapan ketemuan lagi ya) dan menemukan harta karun walau saya malah ngga lihat film animasi di Hellofest 7 dan ngga foto-foto di sana karena lupa bawa kamera! :))

PS. Berharap bisa bertemu dengan kawan-kawan blogger lainnya, mungkin dengan berburu buku bersama! :)