Tampilkan postingan dengan label Kutipan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kutipan. Tampilkan semua postingan

13 Agustus 2019

#QOTD (7)

"Old skills never really go away even if you hadn't used it for a while. They always come back naturally. Be it riding a bicycle or drawing... I hope..."

29 Januari 2018

#QOTD (6)

"Saya berpesan agar Anda tidak usah takut dan sangsi dalam menarik garis. Apa sebab? Sebabnya kalau Anda menarik garis tersendat-sendat, maka garis Anda itu kaku. Jadi hilangkanlah keraguan Anda dalam menarik setiap garis yang Anda buat." ~ Tino Sidin

Dikutip dari buku Gambar Dekoratif 2 oleh Tino Sidin, halaman 8, Penerbit Balai Pustaka, 1992. 

17 Agustus 2017

Dirgahayu Republik Indonesia Ke-72, Merdeka!








"Merdeka untuk menolak pengaruh pikiran picik dogmatis yang ingin membelenggu jiwa kita. Merdeka untuk hidup damai dalam keberagaman dan maju bersama." ~ Kurnia JR

Jayalah selalu Indonesia!

14 April 2017

#QOTD (5)

"Saya mengikuti pedoman Pak Tino Sidin di acara televisi beberapa puluh tahun yang lalu: yang penting adalah "gemar" menggambar, bukan "pintar" menggambar. Dengan kata lain: tak perlu susah payah untuk hebat, asal senang. Dan kalau salah gores dimaafkan sebelum lebaran." ~ Goenawan Mohamad

1 Oktober 2016

Buku Gambar Putih dan Cat Air

Kadang-kadang aku merasa buku gambar putih itu terlalu besar.
Buku gambar yang selalu kugambari,
tapi secara khusus terasa besar dan lebar
sehingga kadang aku tidak tahu mulai menggambar dari mana.
Hidup itu seperti menggambar sesuatu di buku gambar putih.
Ukuran buku gambarnya sudah ditentukan di dalamnya.
Kamu ingin menggambar apa atau ingin mewarnai apa, 
itu adalah keputusan masing-masing. 
Walau tidak berharap bisa menggambar dengan baik,
aku berharap gambar itu gambar yang bagus di hadapanku.
Bukan gambar yang disukai oleh orang lain,
tapi gambar yang aku sukai. 
Walau aku sedikit takut dengan buku gambar putih,
aku harus memulai menggambar sedikit demi sedikit.
***
Diambil dari buku "A Life Full of Love" karangan Cho Seon Jin. Halaman 275.
Pengalih Bahasa: Herlinda Yuniasti. Penerbit: Bhuana Ilmu Populer, 2016.

30 Mei 2016

29 Februari 2016

Kolom Bahasa Kompas


Saya suka baca kolom Bahasa di koran Kompas. Saking sukanya sama artikel yang terbit 30 Januari 2016, berjudul "Bahasa Tanpa Budi" ditulis oleh Samsudin Berlian, artikelnya saya gunting lalu saya simpan dan selipkan di buku notes. Supaya bisa dibaca ulang dan jadi pengingat serta motivasi buat saya untuk terus berbahasa dengan baik dan sopan, yang seharusnya juga tercermin dari tingkah laku. Kolom yang terletak pada halaman Pendidikan & Kebudayaan dan tayang setiap Sabtu ini berisi tulisan pendek nan ringan seputar bahasa Indonesia, namun dibahas sangat menarik, menggelitik, kadang sedikit menyindir. Beragam topik dibahas. Seperti kosakata, asal-usul suatu kata (etimologi), istilah dan makna suatu kata (sematik), sosiolinguistik, kiasan, awalan & akhiran, dan masih banyak lagi. Makin diikuti topiknya, semakin indah dan kaya bahasa Indonesia. André Möller, Samsudin Berlian, Sori Siregar adalah beberapa nama yang kerap menghiasi kolom tersebut.

Membaca kolom Bahasa, saya merasa seperti kembali mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Jadi teringat guru-guru Bahasa Indonesia saya. Saya mulai benar-benar menyukai pelajaran Bahasa Indonesia sewaktu kelas 2 SMA, diajar oleh Ibu Sri Suratmi. Beliau asyik dan detail sekali ketika menerangkan pelajaran. Lanjut kuliah, dosen Bahasa Indonesianya cantik, namanya Ibu Pricillia. Cara beliau mengajar juga asyik. Kami, para mahasiswa, ditugaskan membuat karya tulis bertema seni rupa untuk tugas akhirnya. Walau cuma belajar satu semester sebagai mata kuliah umum, saya tetap suka pelajarannya. Sekarang belajar apa pun bisa dari mana saja, termasuk belajar Bahasa. Saya suka Bahasa, meski dari dulu merasa kemampuan bahasa (lisan & tulisan) saya biasa-biasa saja. Bisa menuliskan kata-kata yang sedang saya pikirkan menjadi sebuah cerita di blog ini saja sudah suatu prestasi buat saya. :))

Balik lagi ke artikel "Bahasa Tanpa Budi". Karena suka sekali sama topik yang ditulis oleh Samsudin Berlian ini, berikut saya kutip beberapa kalimat yang menurut saya bagus.
"Di zaman leluhur, budi adalah bahasa dan bahasa adalah budi." 
"Tingkah laku itulah budi. Tutur kata itulah bahasa." 
"Kebiasaan bahasa mustahil disembunyikan dan sulit dipalsukan. Di dunia lama bergeografi sempit, logat dan gaya bahasa mencerminkan asal-usul dan pengasuhan seseorang."
"Begitu seseorang bicara, seketika itulah bisa ditentukan apakah dia kawan atau lawan, hati lurus atau lidah bercabang. Begitu bahasa terucap, budi pun telanjang."
"Sebagai cita-cita, semakin halus bahasa, tinggi ilmu, dan dalam agama, semakin berpekerti. Dalam kenyataan, tentu saja banyak juga, selain yang baik-baik, orang dan pejabat tinggi penuh sopan-santun bernama Budi bertingkah laknat." 
"Modernisasi kehidupan dan spesialisasi pengetahuan serta perluasan geografi telah membongkar bobrok perkawinan itu. Budi dan bahasa sudah jarang terlihat jalan bersama. Baik dan sopan tak gandeng tangan. Cita-cita bahasa adalah fasih, bukan kasih. Ilmu tidak mengandaikan moral. Pada diri satu orang bisa tercapai prestasi tinggi sarjana dan durjana. Ulama belum tentu alim. Pelantun ayat-ayat surga mungkin berhati busuk aroma neraka."
"Budi sudah lama merantau tanpa kabar. Semakin maju ilmu bahasa, semakin kuat lembaga agama, dan semakin canggih perkakas teknologi, semakin redup pula Budhhi, sang terang pencerahan."
"Tidak lagi berlaku dengan sendirinya bahwa bahasa halus adalah budi luhur; bahasa kasar adalah budi awur. Kini budi butuh bukti lebih nyata daripada bahasa. Si sinis mencibir, jangan omdo."
*Omdo = Omong doang.

Koleksi artikel tentang bahasa Indonesia yang terbit di berbagai media massa di Tanah Air bisa ditengok di rubrikbahasa.wordpress.com. "Bahasa Tanpa Budi" sepertinya juga bakal muncul di sana.

15 Januari 2016

#QOTD (3)

"Keep drawing, keep creating, keep living. Keep making the world beautiful and interesting." ~ Joann Sfar

13 Mei 2015

#QOTD (2)

"The relationship between Klee and myself is that we are both children who never stopped drawing." ~ Saul Steinberg

20 September 2012

#QOTD (1)

"Think about the marks you want to make on the paper in front of you… the ones that bring you pleasure and satisfaction. You can’t control what other people think or if they’ll give you a job. You can only control your own actions and the work you produce. You have to be a little delusional to pursue a life in the arts, so throw caution to the wind and make pictures that excite you and hopefully the world will agree." ~ Jillian Tamaki