Tampilkan postingan dengan label Aldriana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aldriana. Tampilkan semua postingan

30 Desember 2015

Kartu Pos Sepanjang Tahun 2015


Tulisan tangan, prangko, dan cap pos adalah tiga hal yang paling saya suka dari surat/kartu pos. Saya tidak terlalu mempersoalkan foto atau gambar yang terdapat di sisi muka kartu pos. Foto atau gambar apa pun pasti saya akan suka. Saya biasa memajang kartu pos yang berkesan di meja gambar. Sebagian besar lagi saya simpan rapi dalam clear holder. Sama seperti memajang kartu pos di meja gambar, di dalam clear holder pun saya menyimpan dan menaruh semua kartu pos dengan posisi bagian yang bertuliskan tangan dan tertempel prangko menghadap ke atas. Jadi saya bisa langsung melihat tulisan tangan teman-teman di sana. Saya suka sekali mengamati tulisan tangan seseorang. Makin unik tulisan tangannya, saya semakin suka. Sayangnya, saya belum bisa membaca karakter seseorang lewat tulisan tangannya.

Senang sekali di sepanjang tahun 2015 saya masih menerima kartu pos dari kenalan teman blogger yang baru maupun lama. Ada beberapa kartu pos merupakan hasil kreasi mereka sendiri. Sedihnya, ada pula kartu pos yang tidak sampai. Itulah serunya mengirim sesuatu via pos (berprangko tanpa nomor resi pengiriman) karena hanya Tuhan dan Pak Pos yang tahu kapan sampainya. Bisa jadi malah tidak sampai sama sekali.

Baiklah. Yuk, kita lihat satu-satu kartu posnya! :D

Tirsa - Michigan, United State of America
Kartu pos di awal tahun 2015 datang dari mbak Tirsa. Di kartu pos ini dia menuliskan satu kutipan dari Austin Kleon. "The Artist is a collector. Not a hoarder, mind you, there's a difference: hoarders collect indiscriminately, artists collect selectively. They only collect things that they really love." Kutipan ini bisa jadi penyemangat ketika mengoleksi sesuatu yang sangat kita sukai. Kleon adalah seniman & penulis yang juga menggambar. "Steal Like an Artist" dan "Show Your Work!" adalah buku karangannya yang cukup terkenal. 

Andine - United Kingdom
Sebetulnya ini kartu pos kedua yang dikirim Andine. Kartu pos pertama dikirim ketika dia sedang liburan ke Chicago (USA), sayangnya kartu pos itu tidak pernah sampai. Andine menulis, kartu pos ini dari pameran kecil Alan Kitching di kantor koran ternama di Inggris, The Guardian. Kitching adalah seniman & desainer yang banyak bermain tipografi dengan teknik screen printing. Saya jadi mencari tahu tentang Kitching lewat google. Karya-karyanya sangat playful dan colorful. Berkat kartu pos ini pengetahuan saya tentang seniman & desainer tipografi di luar sana jadi bertambah. :D

Rizka - Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia
Kartu pos balasan yang diilustrasikan oleh Icha berhasil bikin saya senyum seharian. Icha menulis, kartu pos bergambar mini cooper & robot mini ini khusus dibikin buat saya. Saya tidak ingat kapan terakhir kali seseorang meluangkan waktunya menggambar buat saya, jadi kartu ini sangat berkesan. Ini kartu pos pertama saya bergambar mini cooper. Saya dan Icha sudah cukup lama berteman lewat blog, hanya saja belum pernah bertemu muka. Kami punya kesukaan yang sama, suka menggambar dan mobil klasik. Selain menulis curahan isi hatinya dan cerita manis tentang kucing-kucingnya, Icha juga menampilkan karya ilustrasi dan gambar komiknya di blog.

Andine - South Wales, United Kingdom
Kartu pos bergambar Kastil Caerphilly dikirim Andine saat jalan-jalan ke South Wales dan mengunjungi beberapa kastil di sana. Menurut cerita yang ditulis Andine di blognya, kastil abad pertengahan dari abad ke-13 ini merupakan kastil terbesar kedua di Inggris.

Endang - Rawamangun, Jakarta Timur, Indonesia
Kartu pos lucu ini pas sekali tiba di hari pertama puasa dan merupakan kartu pos pertama yang digambar serta dibikin oleh Endang untuk membalas kartu pos dari saya. Senang juga ada beberapa teman yang mau membalas kartu pos saya. Hehehe. Endang bercerita, kartu pos ini tentang Rampak Bedung, kesenian khas Pandeglang - Banten, provinsi tempat Endang berasal. Pada awalnya Rampak Bedug dimainkan untuk menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Kini Rampak Bedug kerap dipentaskan di festival-festival seni dan budaya.

Tirsa - Quebec, Canada
Kartu pos cantik ini tiba di pertengahan bulan Agustus. Oleh-oleh dari mbak Tirsa yang ketika itu sedang jalan-jalan bersama keluarganya ke Kanada, sekitar 10 jam menyetir kendaraan sendiri dari rumahnya. Mbak Tirsa menulis, warga Quebec berkomunikasi dalam dua bahasa yaitu bahasa Prancis dan Inggris. Kotanya pun bergaya Prancis.

Froggy - Brussels, Belgium
Kangen juga lama tidak menerima kartu pos dari teman kodok. Tiba-tiba suatu siang datang satu kartu pos dari Belgia. Ternyata dari Froggy yang saat itu sedang berada di Brussel. Froggy menulis, udara di Brussel sudah mulai dingin, dan dia sudah lama tidak kirim kartu pos karena buku catatan kecilnya yang berisi alamat selalu ketinggalan. Ah, seneng dapat kartu pos dari Froggy lagi! :)

Yenni - Solo, Jawa Tengah, Indonesia
Kartu pos balasan datang dari seorang teman di dunia maya yang berprofesi sebagai editor buku anak. Ini pertama kali Yenni kirim kartu pos. Dia sempat kesulitan mencari kartu pos, namun akhirnya ketemu juga di kantor pos dengan kartu pos resmi produksi Pos Indonesia. Supaya kartu posnya tidak terlalu sepi, Yenni menggambar seekor kucing belang lucu dari buku menggambar yang pernah dia edit. :))

Terima kasih banyak, Teman-teman! Kartu posnya pasti saya simpan baik-baik dan tentu akan jadi kenangan manis buat saya. Terima kasih juga buat Pak Pos kesayangan yang mengantarkan kartu-kartu pos ini. ^_^

22 Desember 2015

Selamat Hari Ibu, Mama!

Mama bersama Jacky & Jenny, ayam kate serama kesayangan, di taman/rumah (Agustus 2015)

Kedua foto ini adalah foto mama favorit saya yang saya ambil beberapa bulan lalu. Semoga Mama selalu sehat, panjang umur, bahagia, dan setiap akhir pekan kita bisa terus olahraga jalan pagi bareng lalu pulangnya sarapan bubur ayam abang langganan yang enak di pinggir gang dekat rumah. Amin! Selamat Hari Ibu, Mama. Terima kasih untuk segalanya. Selalu mengingatkan kami untuk terus bersyukur, senantiasa menyemangati dan mendukung apa yang kami lakukan hingga saat ini. I love you, Maaa...

Bersama anak-anaknya si Jacky & Jenny. Leni 1, Leni 2, Leni 3, Leni 4 (generasi pertama). Ternyata Leni 2 laki-laki! (November 2015)

28 Agustus 2015

Playground

I don't wanna grow old
Bring me all the toys you can find
You don't wanna grow up
You can be my partner in crime 












29 Juli 2015

Kangen

Suatu siang, beberapa waktu lalu, tiba-tiba saya kangen banget sama teman-teman SMA. Rasanya ingin segera bertemu dan ngobrol dengan mereka pada hari itu juga. Tapi ngga mungkin, kan. Jadi yang saya lakukan siang itu membuka-buka kembali Buku Tahunan SMA yang lama tersimpan di rak buku.

Buku Tahunan SMAN 14 JAKARTA Edisi III

Buku Tahunan merupakan buku yang ditulis, disusun, dan dipersembahkan oleh adik kelas untuk kakak kelasnya yang akan lulus supaya selalu dapat mengingatkan kepada SMA tercinta dan semua kenangan yang tertulis di dalamnya bisa mendorong sang kakak kelas untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang.

Ketika SMA, tradisi coret-coret baju seragam untuk merayakan kelulusan dilarang di sekolah. Jadi saat pengumuman kelulusan tiba, secara spontan kami semua bertukar pesan, tanda tangan, juga harapan di Buku Tahunan milik kami masing-masing. Berharap pesan dan harapan baik tersebut nantinya bisa terwujud.



Saya membaca-baca lagi pesan disertai tanda tangan, harapan juga doa dari teman-teman sekelas maupun yang pernah sekelas. Ditulis pakai spidol warna-warni di beberapa lembar halaman kosong buku tersebut. Macam-macam pesan teman-teman buat saya. Agar saya jadi anak baik, mesti rajin, sukses, jangan malu-malu kalau sudah kuliah, jangan melupakan teman-teman saya, hati-hati di jalan, bisa tembus UMPTN dan ketemu lagi di UI, hingga dibilang mirip bapak saya. Saya tertawa haru membacanya.



Sewaktu UMPTN, saya memilih kriminologi dan arkeologi UI. Tapi gagal. Lalu, saya mendaftarkan diri ke kampus lain yang sesuai dengan minat saya, alhamdulillah diterima. Ada satu pesan di Buku Tahunan dari teman sekelas saya, Ika Damanik, yang menulis "...Kalo masuk IKJ bagiin kita tiket gratis, donk!" Ika tahu kalau saya bakal kuliah di sana. Sayangnya, saya belum pernah membagikan tiket gratis buat dia. Karena selama kuliah saya ngga pernah punya tiket gratis. Hihihi.

"Sosial Doea Milik Kami (SODOMI)"

Gambar kartun bapak wali kelas 3 IPS 2, Pak Sukartono (guru mata pelajaran Tata Negara),
dan teman-teman sekelas yang saya bikin di Buku Tahunan sekolah :D

Buku Tahunan ini bisa sedikit mengobati rasa kangen saya sama teman-teman semasa SMA, juga kenangan masa-masa yang tidak terlupakan bersama bapak dan ibu guru selama di SMAN 14 Jakarta. Di mana pun teman-teman saya berada kini, semoga mereka semua selalu dalam keadaan baik dan sehat. Amin.

Setelah rasa kangen tadi terobati, saya menutup dan menyimpan kembali Buku Tahunan di rak buku. Dan melanjutkan lagi pekerjaan saya yang sempat tertunda karena libur Lebaran.

20 Mei 2015

Harus tetap disimpan lho, Dian!


"Harus tetap disimpan lho, Dian. Kan itu karyanya. Jangan dihapus atau hilang kan itu portofolionya." Itu pesan Ibu Murti kemarin malam via sms untuk saya yang suka lupa menaruh gambar-gambar saya sendiri. 

Saya bisa sangat rapi dan detail ketika menyusun atau mengerjakan sesuatu. Saya bisa membongkar dan mengerjakan ulang lagi dari awal jika menurut saya hasilnya kurang rapi. Makanya ketika mengerjakan sesuatu saya lebih senang mengerjakannya sendiri. Lebih puas. Tapi untuk masalah dokumentasi atau menyimpan file (arsip-arsip) gambar, saya cukup berantakan dan ngga teratur. Saya tetap menyimpan karya gambar saya di dalam map atau clear holder, lalu file-nya saya simpan dalam folder khusus di komputer atau eksternal harddisk. Namun, saya suka lupa di mana saya menaruh file-file tersebut. Misalnya pas tiba-tiba butuh file gambar A, saya bisa pusing sendiri mencarinya. Atau kadang malah file gambarnya ikut terhapus dan hilang karena tersimpan dalam folder yang sudah dibuang. Huhuhu. 

Karya sekecil apa pun, mau berupa proyek pribadi yang dibikin buat senang-senang, sketsa kumpulan ide-ide, hingga coret-coretan ngga penting harus tetap disimpan. Portofolio tidak melulu dari karya-karya yang "besar". Dari karya-karya kecil yang dibikin sehari-hari dengan sepenuh hati pun bisa dijadikan portofolio yang unik sekaligus personal. Jangan lupa beri tanggal, kemudian simpan baik-baik. Karena sangat menarik saat mereview karya-karya kita dari waktu ke waktu dan melihat bagaimana kemajuannya. Dan itu bisa menginspirasi kita untuk mendapatkan ide-ide yang berbeda. *catatan untuk diri sendiri* 

Kembali ke pesan Ibu Murti di atas. Senang juga diperhatikan dan diingatkan oleh seseorang untuk hal-hal sepele seperti ini. Makasih, Bu Murti. Saya akan coba merapikan serta mengatur kembali file-file gambar saya supaya tidak lupa dan gampang mencarinya bila suatu saat ada gambar yang dibutuhkan. ^_^

13 Maret 2015

Dadah!


Mengirimkan kartu pos untuk seseorang selalu bikin hati saya riang. Dan hari ini beberapa kartu pos untuk teman-teman siap diposkan. Mudah-mudahan sampai selamat di tempat tujuan masing-masing. Amin!

10 Maret 2015

5 Tahun Ngeblog

Mulanya saya punya blog di Multiply sekitar awal September 2008, ikut-ikutan adik yang sudah dulu punya. Waktu itu blog pribadi saya bernama diansenyum. Di sana saya mengeposkan karya gambar dan cerita sehari-hari. Entah kenapa saya ngga terlalu sreg dengan Multiply. Multiply saya biarkan, ditengok kalau kangen saja dengan gambar dan cerita saya di sana.

Saya kembali bikin blog baru di Blogspot awal Maret 2010, isinya tidak jauh beda dengan blog lama. Sebenarnya, bikin blog karena bingung mau ditaruh di mana gambar dan coret-coretan iseng saya yang cuma disimpan dalam map dan menumpuk di meja gambar. Lalu terpikirlah untuk bikin blog kumpulan karya sendiri dengan nama gambarnyaaldriana. Semacam galeri kecil pribadi saya. Siapa saja boleh melihat dan menikmati gambar saya kapan dan di mana pun. Melalui blog ini saya berusaha untuk terus menggambar walau kadang suka mentok ide. Di sini saya banyak menampilkan gambar-gambar pribadi yang saya bikin untuk kesenangan diri sendiri. Menggambar suka-suka, sesekali bercerita, dan mengeposkan hal-hal remeh yang saya senangi.

Ada saja kejutan-kejutan kecil menyenangkan berkat aktivitas ngeblog. Lewat blog saya jadi punya kenalan (teman baru) di dunia maya dari berbagai profesi. Beberapa teman pun tinggalnya sangat jauh. Dari situ saya jadi semangat setiap kali mau mengeposkan gambar atau tulisan di blog. Karena kita tidak pernah tahu siapa yang datang dan membaca blog kita. Memang belum banyak informasi yang saya bagikan di sini, sebagian besar berisi karya ilustrasi dan cerita kecil keseharian saya, yang entah bermanfaat atau tidak buat pembaca.

Tepat di hari ini blog saya menginjak usia lima tahun. Masih kecil usianya dan masih banyak yang perlu saya pelajari tentang dunia per-blog-an. Awal mulai bikin blog saya bertekad untuk terus mengisinya setiap minggu. Ternyata bukan perkara gampang, kini cuma sanggup 2 - 3 pos per bulannya. Semoga saja blog yang diisi dengan penuh cinta dan ketulusan ini mampu menghibur lewat gambar atau setidaknya bisa bikin pembaca blog tersenyum. :D 

Terima kasih kepada semua teman-teman yang menyukai apa yang saya bikin, yang selama ini bermain dan berkomentar di sini, yang mengklik dan mengikuti blog ini, dan yang datang dan terus kembali datang kemari. Mudah-mudahan saya bisa terus mengisi dan merawat blog sederhana yang biasa ini hingga tahun-tahun berikutnya. Doakan, ya! 

Untuk sedikit memeriahkan suasana, ada hadiah kecil berupa kartu pos bikinan saya. Kartu pos dicetak terbatas. Bagi yang mau dikirimi satu, silakan tulis pesan di kolom komentar lalu email alamat lengkap kalian ke aldriana.amir@gmail.com, ya. :)

18 Januari 2015

Kisah di Balik Julukan


Pasti beberapa orang punya nama julukan yang diberikan keluarga atau teman-teman dekatnya. Biasanya julukan diberikan sehubungan dengan keistimewaannya, ciri fisik, watak, pekerjaan, tempat/asal, dll. Salah satu tujuannya supaya mudah diingat dan dikenali. Mulai SMP sampai kuliah saya punya beberapa nama julukan dari teman-teman saya. Entah kenapa julukan saya itu hampir semuanya serupa.

Saya senang mengamati segala sesuatu, sedikit pemalu, dan agak pendiam. Meski begitu, saya suka sekali tersenyum. Saya suka merespons cerita-cerita teman dengan senyuman. Nah, mungkin karena keseringan senyum itu teman-teman saya memberi julukan buat saya. Padahal senyuman saya biasa-biasa saja. :P

Waktu kelas 3 SMP, teman-teman sekelas menyebut saya si 'Smiling Face'. Lalu, SMA saya dijuluki 'Smiley Dian' oleh teman-teman dekat di kelas karena saya hobi sekali senyum. Pernah, suatu hari senyuman saya membawa petaka. Saya dimarahi guru Matematika di kelas karena senyum-senyum. Kalau ingat kejadian zaman kelas 3 SMA itu saya suka ketawa sendiri. Ini gara-gara teman sebangku bercanda pas pelajaran Matematika Dasar. Teman sebangku saya ini orangnya senang sekali bercanda, padahal waktu itu saya lagi konsentrasi corat-coret di buku catatan sambil memperhatikan pelajaran Matematika yang sedang diterangkan Ibu Nesty di papan tulis. Lupa teman saya itu ngomong apa, saya senyum-senyum dengar candaannya sambil melihat ke papan tulis, dan ngga sengaja saya bertatapan dengan Bu Nesty yang masih serius menerangkan pelajaran di depan kelas. Langsung saat itu juga saya dimarahi Bu Nesty. "Ngapain kamu senyum-senyum?! Ada yang lucu?" tanya Bu Nesty. "Ngga, Bu," jawab saya salah tingkah. "Berarti kamu smiling face banget, ya?!" balas Bu Nesty. Akhirnya, satu kelas menjuluki saya Smiley Dian. Sejak kejadian itu, saya mulai senyum pada waktu dan situasi yang tepat. Hahahaha.

Lain lagi cerita waktu kuliah. Saat Pendidikan Dasar Seni Rupa (PDSR), semester awal kuliah, nama panggilan Dian lumayan banyak di kelas. Belum lagi ada yang namanya Yayan dan Ian. Kalau ada yang manggil "Yan", semuanya pasti nengok. Hahaha. Seingat saya ada tiga orang yang punya nama panggilan Dian, termasuk saya. Muncullah julukan yang diberikan teman-teman kampus untuk membedakan kami bertiga. Dian pertama, dijuluki 'Dian Rosalinda' karena gayanya chic dengan rambut panjangnya yang kecokelatan dan bergelombang. Mirip aktris telenovela Rosalinda yang hits pada masanya. Dian kedua, dijuluki 'Dian Batik' karena dia suka sekali pakai baju kaus dipadukan dengan rok batik. Motif batiknya cantik-cantik. Dia juga suka memakai kalung dan gelang-gelang etnik. Dian terakhir (saya), dijuluki 'Dian Biasa' karena penampilan saya biasa saja. Saya senang pakai kaus dan celana jeans, tas ransel, sepatu kets (kadang sandal jepit) ke kampus. Biasa bangetlah pokoknya. :P

Masuk tahun kedua kuliah, mulai penjurusan studio. Dian Rosalinda masuk program studi Kriya Tekstil, julukannya pun berubah jadi 'Dian Tekstil'. Sedangkan Dian Batik melanjutkan kuliahnya di kampus lain. Dan saya masuk program studi Desain Komunikasi Visual, belum ada julukan baru buat saya ketika itu. Namun, entah siapa yang mulai duluan, tiba-tiba teman-teman satu angkatan kompak memanggil saya dengan sebutan 'Dian Senyum'. Mungkin selama di kampus saya lebih banyak senyumnya daripada ngomongnya. Tapi menurut salah satu teman baik saya sewaktu kuliah, katanya saya ngga punya ekspresi lain selain senyum. Hahahaha. Sampai tahun terakhir kuliah pun sebutan Dian Senyum masih melekat pada diri saya. Karena itulah saya selalu mencantumkan dian 'senyum' sebagai artist signature di setiap karya gambar untuk terus mengingat teman-teman kampus saya yang superkreatif. :))

31 Desember 2014

Kartu Pos Sepanjang Tahun 2014


Kring, kring, poooss... Sekarang di Indonesia kayaknya ngga ada lagi pak pos yang mengantarkan surat naik sepeda, ya? Hehehe. Seperti biasa di pengujung tahun saya suka bercerita sambil memajang kumpulan kartu pos yang saya terima di sepanjang 2014. Berharap dengan dipajangnya kartu pos yang dikirim teman-teman dan jika mereka melihat & membaca cerita ini, mereka juga ikut gembira seperti ketika saya menerima kartu pos-kartu posnya. :D

Oneng - Yogyakarta, Indonesia
Kartu pos berukuran mungil ini datang di awal tahun 2014. Saya menemukannya di meja teras sepulang kerja. Kaget dapat kartu pos dari teman baru di dunia maya bernama Oneng. Dia memperkenalkan dirinya dengan bercerita kalau dia menemukan blog saya ketika blogwalking mencari tempat asyik di Bandung dan ngga sengaja mampir ke blog saya. Ternyata Oneng juga sama seperti saya, suka kirim-kirim kartu pos. Sebagian besar kartu posnya bikinan sendiri. Kartu pos bergambar huruf D ini bisa kepanjangan dari Dragonfly atau Dian. Hehehe. Karena Oneng mencantumkan alamat rumah di kartu posnya, saya bersedia membalasnya dengan senang hati.

Oneng - Yogyakarta, Indonesia
Setelah membalas kartu pos Oneng, ngga disangka dibalas lagi sama Oneng. Di kartu pos ini Oneng bercerita tentang nama uniknya. Nama panjangnya perpaduan dari bahasa Madura (Jawa Timur), Jawa, dan Arab. Mamanya sengaja memberinya nama unik biar gampang diingat orang. Saya selalu suka cerita di balik arti sebuah nama. Kadang saya bisa jatuh hati sama seseorang hanya dari namanya. :D

Oneng - Yogyakarta, Indonesia
Saya membalas kartu pos Oneng lagi dan Oneng kembali membalas kartu pos saya. Dan kami pun jadi balas-balasan kartu pos. Oneng menggambar kupu-kupu di muka kartu posnya karena katanya saya suka binatang. Oneng bercerita kalau di rumahnya ada banyak binatang peliharaan. Ada dua kura-kura peliharaan Kakaknya, ikan hias peliharaan Mamanya, dan burung lovebird & ayam kate peliharaan Oneng. Oneng menulis kalau ayam katenya sudah bertelur tujuh butir!

Oneng - Yogyakarta, Indonesia
Oneng kembali membalas kartu pos saya. Kartu pos kali ini bergambar foto anak ayam kate peliharaan Oneng. Lucu banget! Oneng bercerita, saat ini dia kuliah di Yogyakarta dan masih mahasiswa pemula semester dua di Fakultas Ekonomi. Tapi katanya sering dikira anak SMP gara-gara badannya kecil. Hihihi. Oneng juga memajang dan bercerita tentang kartu pos dari teman-temannya di blog Hai Pak Pos.

Froggy - Ireland
Kartu pos ini dari teman kodok baik hati yang masih sempat mengirimkan satu kartu pos setiap lompat-lompat di suatu negara. Kali ini Froggy melompat ke Irlandia. Kata Froggy, kalau di Jakarta macet mobil maka di Irlandia macet karena sapi. Dia belum pernah kena macet tapi di sana memang banyak domba dan sapi. Prangkonya bagus bergambar Patrick, sahabatnya Sponge Bob. :P

Tirsa - Michigan, United State of America
Saya suka sekali prangko di kartu pos ini, kiriman teman blogger yang saya kenal lewat email. Mbak Tirsa bermukim di Michigan bersama keluarga tercintanya. Seorang ibu rumah tangga yang memiliki tiga anak dan punya hobi menulis. Sewaktu tinggal di Jakarta, mbak Tirsa pernah bekerja sebagai penulis skrip di salah satu stasiun televisi swasta. Dia juga suka buku cerita anak. Mbak Tirsa pernah membuat puisi sederhana nan lucu berjudul 'Dian dan Komunitas Kaktus', yang katanya terinspirasi oleh gambar kaktus saya. :))

Froggy - Praha, Czech Republic
Kala itu Froggy menghabiskan akhir pekannya melompat ke Praha. Naik bus kira-kira 4 jam 40 menit dari planet tempat tinggalnya. Dulu, kata Froggy, tahun 2010 dia juga pernah melompat ke sana. Dan ternyata tempat es krim favoritnya masih ada. Sayangnya, Froggy tidak bisa menemukan restoran tempat makan ayam kesukaannya lagi di sana. Prangkonya unik bergambar skema zodiak. Ini kartu pos paling besaaar yang pernah dikirim seseorang buat saya. :D

Froggy - Budapest, Hungary
Kartu pos dikirim saat Froggy & Donkey mengisi hari kejepitnya dengan lompat-lompat di Budapest. Froggy menjelaskan kalau Buda & Pest dipisahkan oleh Sungai Danube. Kata Froggy, cuaca saat itu bagus dan kegiatannya di sana selain melompat adalah duduk, makan, dan menulis kartu pos. :))

Tya - Jakarta, Indonesia
Ini kartu pos perdana karya teman blogger yang sedang menekuni hobi lamanya menggambar. Gambar-gambarnya lebih banyak bertemakan bunga dan sulur-suluran yang cantik. Tya berprofesi sebagai arsitek. Meski disibukkan dengan proyek-proyek bangunannya, dia selalu punya waktu memasak untuk keluarga kecilnya. Kalau dilihat foto masakan Tya di blognya, sepertinya enak-enak. Ingin sekali-kali mencicipi masakannya sambil main-main ke rumah dua pohon. Tya sedang mengandung anak keduanya. Semoga ibu dan jabang bayinya sehat-sehat selalu sampai lahiran nanti. Amin.

Tya - Tangerang, Indonesia
Hari Raya Idul Fitri tahun ini saya dapat kejutan kartu ucapan cantik dari Tya. Dia juga mengirimkan kartu lebaran ini ke teman-teman lainnya. Diingat-ingat, terakhir kali saya berkirim kartu lebaran zaman masih SMA. Dan itu sudah lama sekali. Jadi pas menerima kartu ucapan ini seneng banget, apalagi bikinan Tya sendiri. :D

Froggy - Cannes, France
Lama tidak ada kabar dari Froggy, tiba-tiba datang kartu pos dari Cannes, Prancis. Saat itu Froggy lompat-lompat mencari matahari karena di planet tempat tinggalnya sudah mulai dingin. Froggy bercerita, kalau dia sedang duduk di depan hotel di mana biasanya artis yang ikut Festival Film Cannes menginap. Katanya, dia cuma numpang duduk aja. Hihihi. Di kartu pos ini Froggy menulis, jika kantor pos buka dia akan mengirim kartu pos dari Monako besok.

Froggy - Monte-Carlo, Monaco
Ternyata Froggy berhasil mengirim kartu pos dari Monako. Kartu pos ini sampai dengan selamat berbarengan dengan kartu pos dari Prancis. Cukup cepat kedua kartu pos tiba di Indonesia, sekitar dua minggu.

Froggy - Morocco, North Africa
Kartu pos kiriman Froggy ini tiba di awal bulan Desember. Froggy menulis, dia sedang lompat-lompat di Maroko selama dua minggu. Jalan-jalan dari kota Nador, Oujda, dan kota-kota lainnya sampai kembali ke Nador lagi. Maroko merupakan negara monarki konstitusional dengan raja sebagai kepala negara. Menurut Froggy, Maroko negaranya menarik sama seperti Indonesia. Tapi untuk kota besarnya, kota di Indonesia lebih modern. Ah, pasti Froggy sangat menikmati lompat-lompatnya selama di sana.


Terima kasih, Teman-teman. Selalu gembira menerima kartu pos dari kalian, pasti akan saya simpan baik-baik. :)

21 Januari 2014

Ketika Hujan


Membaca cerita Nicholas "A Rainy Day" jadi ingat, waktu kecil saya selalu senang kalau hujan turun deras di pagi hari, sebab saya dibolehkan orangtua untuk tidak berangkat ke sekolah. Kalau jalanan di depan rumah banjir, saya makin senang. Pas hujan reda, saya keluar rumah diam-diam main air bersama teman-teman sekompleks, sambil cari ikan yang lepas di selokan. Pulangnya basah kuyup, ikan ngga dapat, malah dimarahin mama. Pernah sewaktu banjir masuk rumah, ada ikan mas kecil berenang dalam rumah, akhirnya kami pelihara sampai ikannya besar. Ketika masih kanak-kanak, kita selalu merasa gembira dan ngga takut sama apa pun. Oiya, ada satu yang bikin saya takut, yaitu saat disuruh ibu guru maju ke depan satu-satu mengerjakan soal matematika di papan tulis. :P

Sekarang, tiap hujan turun deras dan hujannya ngga kunjung reda saya selalu cemas dan khawatir. Rasanya sulit untuk bisa menikmati hujan. Apalagi kalau jalanan di depan rumah sudah mulai terendam banjir. Airnya cepat sekali tinggi. Meski banjir kemarin tidak sampai masuk rumah, kami tetap waspada. Mengamankan barang-barang yang sekiranya berharga (barang elektronik, surat-surat berharga, foto, dll.), memindahkan buku-buku di rak bawah ke rak paling atas, menyediakan stok makanan apabila terjebak banjir dalam rumah dan ngga bisa ke mana-mana. Karena pengalaman banjir besar tahun 2007 lalu cukup membekas di hati. Huhuhu.

Banjir memang bikin susah dan resah, baik bagi yang kebanjiran maupun tidak. Mudah-mudahan hujannya baik-baik saja ya, ngga pakai banjir lagi sehingga kita bisa melakukan aktivitas dengan tenang *amin*. Yuk, cegah banjir mulai dari hal kecil di sekitar kita dengan tidak membuang sampah sembarangan serta memelihara & menjaga saluran air di sekitar rumah supaya airnya tetap mengalir.