Tampilkan postingan dengan label Koleksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Koleksi. Tampilkan semua postingan

30 Juni 2020

Kotak Mainan


Sedikit demi sedikit saya mulai merapikan kamar. Banyak sekali barang yang saya simpan. Dari sekian banyak barang tersebut adalah kotak tempat mainan kaleng (tin toys). Sejak pertama membeli mainan kaleng dan saat masih semangat mengumpulkan, saya memang tidak mau membuang kotaknya karena tampilan visualnya yang menarik. Selain itu mainan bisa dimasukkan ke kotaknya kembali kalau sudah bosan dan tidak mau dipajang lagi. Sementara ini koleksi mainan kaleng saya masih terpajang manis di lemari kaca. Setelah kotak-kotak tempat mainan kaleng dibersihkan dan difoto untuk diposting di blog ini, hehehe, saya susun dan simpan lagi di laci. :D

17 Agustus 2018

Dirgahayu Indonesiaku

Dalam rangka menyemarakkan kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, saya ingin menampilkan koleksi Sampul Hari Pertama (SHP) yang saya kumpulkan beberapa tahun belakangan ini. Karena hari ini hari kemerdekaan Republik Indonesia, MERDEKAA!! Jadi saya akan memajang SHP bertemakan kemerdekaan Indonesia juga. Koleksi ini saya dapatkan dari berburu di Pasar Baru, toko daring, dan barter dengan teman. Tidak banyak dan masih belum lengkap, mulai dari 10 tahun kemerdekaan sampai 58 tahun kemerdekaan saja. Tapi saya senang dengan koleksi saya ini. Semoga nanti saya bisa melengkapinya. ^_^




Dirgahayu Republik Indonesia❤️
Jaya Indonesia!🇮🇩🇮🇩🇮🇩

28 September 2017

Buku Cerita dari Negeri Jiran

Sudah cukup lama saya tidak menjalin komunikasi dengan Pak Shukri Edrus, penulis cerita anak dan ilustrator asal Malaysia. Tiba-tiba, kemarin saya dapat kiriman paket pos berisi tiga buku cerita karangan beliau yang dicetak ulang. Buku-buku tersebut berjudul 'Pak Pandir dengan Gergasi' (cetakan pertama tahun 1985), 'Sang Gedembai' (1987), 'Shakeel dengan Sita' (2015). Tahun 2015, terakhir kali kami berkomunikasi, Pak Shukri juga pernah mengirimkan saya dua kamishibai karyanya berjudul 'Alang Pipi Merah' dan 'Buluh Ajaib' yang baru saja terbit pada tahun itu. Kamishibai tersebut merupakan kamishibai pertama yang terbit di Malaysia. Jika dilihat dari informasi pada bukunya, buku-buku karangan beliau ini termasuk dalam kategori Folk Literature dan Children's Stories.

  Sang Gedembai (1987), Shakeel dengan Sita (2015), Pak Pandir dengan Gergasi (1985)

Kamishibai Buluh Ajaib dan Alang Pipi Merah (2015)

Saya berkenalan dengan beliau di acara Jakarta ASEAN Storytelling Festival yang diselenggarakan oleh KPBA (Kelompok Pencinta Bacaan Anak) tahun 2008. Acara itu dihadiri juga oleh para ilustrator dengan memamerkan karya-karyanya. Saya suka sekali lukisan/ilustrasi karya Pak Shukri karena simpel dan lucu. Selepas itu, kami bertukar alamat agar bisa berbagi cerita dan pengalaman seputar buku cerita, seni dan budaya lewat surat ataupun surel. Kami jadi berkawan. Beliau orangnya baik dan senang sekali bercerita. Sebelum menekuni profesinya yang sekarang, ia adalah pustakawan kanak-kanak di Perpustakaan Negara Malaysia. Tahun 2011, kami sempat bertemu kembali di Jakarta, waktu itu beliau bersama temannya sedang melakukan penelitian karya sastra Buya Hamka. Beliau pun membawakan saya beberapa buku cerita Malaysia dan buku cerita berbahasa Mandarin sebagai oleh-oleh.

Mengapa Adik? (Azizah binti Hamzah & Md. Shukri bin Edrus, 2010), Kisah Pak Kaduk (Shukri Edrus, 2010), Mimpi Raja Amir (Shariffah Norlaila Syed Alwi & Damas Wari, 2008). Damas Wari merupakan nama samaran/nama pena beliau

 Salah satu salinan karya Pak Shukri di majalah

Buku cerita Malaysia dan buku cerita India (terjemahan bahasa Malaysia) 

Kami beberapa kali saling bertukar buku cerita. Beliau mengirimkan beberapa buku karangannya dan buku cerita Malaysia. Begitu pun sebaliknya, saya mengirimkan buku cerita bergambar yang pernah saya ilustrasikan dan buku cerita Indonesia. Lewat buku-buku yang beliau kirim, saya jadi bisa sedikit belajar bahasa Malaysia. Bahasa yang digunakan dalam buku cerita tersebut tidak terlalu sulit karena hampir mirip dengan bahasa Indonesia, meski ada cukup banyak kata dalam bahasa Malaysia yang menurut saya aneh, lucu, dan tidak saya paham artinya. Saya menikmati ilustrasinya, buku-buku cerita ini pun menjadi panduan saya dalam menggambar.

Ternyata sudah lama saya tidak menulis karena kesibukan. Saatnya saya mulai kembali berkirim surat dan bertukar kabar dengan beliau. Terima kasih banyak atas buku-bukunya, Pak Shukri. Semoga terus cemerlang dan mari berkarya!

 Salah satu catatan kecil dari Pak Shukri Edrus

8 September 2017

Bingkai Baru Tapi Lama

Saya suka iseng membeli bingkai foto murah-meriah di toko buku atau toko swalayan dekat rumah. Saya suka bingkai sederhana. Kalau kira-kira ada yang saya suka, saya akan beli 2 atau 3 bingkai, setelah itu saya simpan dulu sampai ada foto atau gambar yang pas untuk dibingkai. Kemudian foto/gambar yang sudah dibingkai, saya pajang di dinding ruang gambar (ruang kerja) sebagai penyemangat kala bekerja. Jadi, di ruangan saya itu ada cukup banyak tumpukan bingkai baru yang masih terbungkus plastik dan bingkai bekas yang belum terpakai.

Ada saja niat untuk membingkai foto/gambar-gambar yang istimewa buat saya supaya bisa saya ingat terus atau yang bikin saya semangat berkreasi dan bekerja, atau karena gambarnya saya suka dan bagus untuk dijadikan penghias ruangan. Namun, kadang saya butuh suasana hati yang baik (mood) untuk mengerjakannya, kalau mood-nya sedang tidak ada ya tidak saya kerja-kerjakan sampai lebaran tahun kuda. Jadi harus dipaksakan. Sebetulnya, ruang gambar saya biasa saja, jauh dari kesan artistik. Selama ruangan bersih, nyaman, dan sedikit berantakan, saya pasti akan betah berlama-lama di sana.

Nah, pertengahan Agustus lalu saya punya keinginan membeli art print karya Neil Slorance yang rencananya akan saya pajang di ruang gambar. Selain suka sekali ilustrasi cat airnya, sudah lama juga saya ingin punya lagi ilustrasi karya dia. Lalu saya coba beli lewat toko Etsy-nya. Dari sekian banyak pilihan, terpilih tiga art print berukuran A5 yang paling saya suka. Waktu itu saya ngga kepikiran bingkai apa yang cocok untuk ketiga art print tersebut. Pokoknya dibeli dulu. Ini pertama kali saya membeli art print dari seorang seniman luar negeri, sebelumnya hampir lima tahun yang lalu saya punya art print dan ilustrasi asli karya Neil Slorance berkat menang kompetisi menggambar untuk ulang tahun blognya.

Paket tiba sekitar dua minggu diantar Pak Pos. Langsung saat itu juga ingin saya bingkai dan pajang gambar-gambarnya. Tiba-tiba saya ingat kalau saya punya tiga bingkai kayu warna-warni yang sudah lama sekali saya beli di Giant Supermarket dengan harga cukup murah dan belum terpakai sampai sekarang. Dua bingkai ukuran 6R dan satu bingkai ukuran 8R. Saya perhatikan warna ketiga bingkai itu serasi sekali dengan art print yang baru saya beli. Sempat sedikit sedih karena satu bingkainya tidak seukuran, cat di bagian sudut dan di belakang ketiga bingkai pun terkelupas saking lamanya saya simpan. Tapi setelah saya utak-atik dan coba pasang art print-nya, semuanya pas! Mungkin inilah yang dinamakan jodoh. Jadi saya tidak perlu membeli bingkai baru lagi. :D

Bingkai baru tapi lama. Di belakang itu sebagian bingkai lama yang belum terpakai :P

Selalu ada secarik terima kasih ^.^

17 Agustus 2017

Dirgahayu Republik Indonesia Ke-72, Merdeka!








"Merdeka untuk menolak pengaruh pikiran picik dogmatis yang ingin membelenggu jiwa kita. Merdeka untuk hidup damai dalam keberagaman dan maju bersama." ~ Kurnia JR

Jayalah selalu Indonesia!

20 Februari 2017

Kartu Pos Sepanjang Tahun 2016

Biasanya saya suka bercerita tentang kartu pos yang saya terima di akhir tahun, karena kesibukan akhir tahun kemarin saya jadi tidak sempat menulis cerita tentang ini. Sebenarnya, tahun lalu saya masih menerima kartu pos dan surat dari beberapa kawan di dunia maya. Saya sudah jarang sekali menerima surat malah hampir tidak pernah, jadi kaget sekaligus senang sewaktu dapat surat dari kawan baru. Kartu pos dan surat ini bikin saya happy sepanjang hari. Buat saya, rasanya masih sama seperti dulu ketika menerima surat dari sahabat-sahabat pena saya. ^_^

Yuk, langsung lihat kartu pos dan suratnya!

Tirsa - Monterey Bay, California, United State of America
Ini kartu pos di awal tahun 2016. Gambarnya unik, awalnya saya kira ini selembaran iklan yang sering dilempar orang ke rumah-rumah untuk promosi produk makanan. Ternyata salah. Hihihi. Karena memang kartu posnya bergambar iklan zaman dulu tentang makanan kaleng Portola Sardines, Hovden Food Products Corporation (1916). Kartu pos dikirim saat Mbak Tirsa sedang jalan ke Monterey Bay, kota di California, di mana penulis John Steinbeck aktif. Saya belum pernah membaca novel karya Steinbeck. Saya sempat lihat di toko buku, dua novel karangannya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, yaitu "Tikus dan Manusia" dan "Dataran Tortilla".

Lianty Putri - Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Indonesia
Menyapa dan disapa seseorang itu sama-sama menyenangkan. Saya senang sekali jika ada seseorang menyapa saya. Seperti Lianty, yang menyapa saya lewat kartu pos. Kartu pos bergambar karya Lianty ini adalah kartu pos pertamanya. Lianty bilang, sebenarnya ia sudah lama mengikuti blog saya tapi baru kali ini berani kirim kartu pos. Dan selanjutnya, Lianty kembali mengirim surat dengan kertas surat lucu-lucu.

Mona - Padang, Sumatera Barat, Indonesia
Mulanya ada seseorang berkomentar di salah satu cerita di blog saya. Ia ingin mengirim surat dan memperlihatkan karya gambarnya kepada saya. Tentu saya senang sekali. Tidak lama kemudian, suratnya datang. Saya cukup kaget karena ia betulan kirim surat beserta karya gambarnya! Namanya Monalisa, sarjana bahasa Inggris, berasal dari Padang. Mona menulis dalam suratnya, ia hobi menggambar dan setahun terakhir ini ia sedang senang menggambar pakai pensil warna. Mona kerap menggambar bersama keponakan maupun anak-anak tetangga yang masih kecil. Menurut Mona, sekalipun sekarang ini sedang tren buku mewarnai dewasa, ia kurang tertarik membelinya karena lebih puas mewarnai gambar buatan sendiri. 

Berikut beberapa gambar karya Mona yang ia sertakan dalam suratnya:



Ada Doraemon! :D

Sedikit masukan untuk Mona. Buat saya, hasil pewarnaan pensil warnanya masih terasa tebal, kesannya seperti pakai krayon. Barangkali pensil warnanya terlalu ditekan. Atau mewarnainya memang pakai krayon, ya? Tapi, di gambar ini Mona pandai bermain gradasi, mewarnai dengan tegas dan rapi, dan berani mencampur warna sehingga gambar terlihat menarik. Terima kasih gambar-gambarnya, Mona. Terus menggambar, ya! ^_^

Lianty Putri - Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Indonesia
Beberapa bulan lalu saya membalas surat Lianty yang ini. Kemudian, Lianty kembali membalas surat saya itu. Dan isinya banyak sekali! Ada dua pembatas buku yang dibikin sendiri oleh Lianty, post-it bergambar Doraemon, komik jepang "Walking with You" karangan Megumi Mizusawa yang banyak binatang-binatang lucunya, dan satu kartu pos bergambar Danau Toba. Dalam suratnya yang bergambar Doraemon, Lianty bercerita kalau sekarang ia sudah kelas 1 SMA. Lianty bercita-cita menjadi politikus dan bekerja di kementrian. Oiya, Lianty juga senang berkirim surat dan punya banyak sahabat pena. :D

Asti Nadia - Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia
Surat ini datang sekitar dua minggu lalu. Saya sempat penasaran karena di belakang amplopnya hanya tertulis nama pengirimnya dan tertera Purwokerto Banyumas pada cap perangkonya. Setelah dibaca suratnya, ternyata dari seseorang yang suka main-main ke blog saya. Asti Nadia, Dea nama panggilannya, saat ini kelas 2 di SMAN Banyumas. Ia punya hobi membaca, menggambar, membaca komik, dan melihat gambar-gambar lucu di internet. Ini pertama kalinya Dea menulis surat yang dikirim. Dalam suratnya, Dea bercerita bagaimana awalnya ia bisa ketemu blog saya. Dea pun bercerita tentang lima kucing peliharaannya yang ia namai Al, El, Dul, Temi, Kuning. Menurut Dea, nama-nama kucingnya kurang kreatif tapi yang penting Dea menyayangi mereka. Untuk Dea, suratnya sudah saya balas hari ini. Maaf ya balasnya lamaaaa. Semoga suratnya selamat sampai di rumahmu! ;)

Terima kasih, Teman-teman! Kartu pos dan suratnya sudah saya simpan baik-baik. Hingga saat ini saya masih takjub kalau ada kartu pos atau surat yang tiba-tiba datang untuk saya dari tempat/daerah yang ngga pernah saya sangka. Di masa sekarang, rasanya memang sedikit aneh dan tidak biasa lagi mengirim atau menerima surat seperti ini, tapi saya tetap suka dan senang. Silakan saja kalau ada teman-teman yang ingin bertukar cerita atau sekadar menyapa saya lewat kartu pos/surat (lewat email pun boleh), jika sempat pasti saya balas. ^_^

30 Desember 2016

Kompilasi Komik

Kompilasi Komik Siluman Kucing (2016). Kompilasi Komik Sepanel Tiga Hati (2015)
Penerbit Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta

Saya baru tau dari seorang kawan tentang komik ini yang ngga sengaja dia beli di stan IKJ sewaktu acara PopCon 2016. Saya jadi ingin ikutan baca tapi bingung belinya di mana. Akhirnya saya coba hubungi Ardie, teman semasa kuliah yang saat ini menjadi pengajar ilustrasi di IKJ, buat pesan komiknya. Eh, tau-tau komiknya udah dateng aja kemarin, padahal saya belum bayar. Hahaha. Tenang, sekarang udah lunas, kok. Terima kasih ya, Die! ^_^

Komik terbitan FSR-IKJ ini merupakan karya terpilih yang dibikin oleh mahasiswa Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta, saat mengikuti perkuliahan Sequential Art. Mata kuliah ini diwajibkan bagi mahasiswa DKV yang mengambil peminatan ilustrasi. Menurut penjelasan dalam buku ini, tugas membuat komik tidak hanya menggambar komik saja tetapi melatih kemampuan menyampaikan maksud dan tujuan dengan baik. Sayangnya di zaman saya kuliah, beluma ada mata kuliah Sequential Art, namun ada Sekte Komik, semacam perkumpulan mahasiswa IKJ yang gemar bikin komik.

Senang bisa melihat karya akhir tugas kuliah adik-adik kelas dalam bentuk buku kompilasi komik ini. Temanya menarik, gaya gambarnya pun beragam. Kompilasi komik Sepanel Tiga Hati mengisahkan suasana di kampus IKJ dan kawasan sekitarnya dari sudut pandang mahasiswa, yang berhasil bikin saya kangen kampus. Kangen ngerjain tugas kuliah. Kangen dosen-dosen saya. Kangen Planetarium. Huhuhu. Saya sengaja baca komiknya sedikit-sedikit supaya ngga cepat habis. Hahaha. Semoga proyek kompilasi komik ini terus berjalan agar menambah keberagaman komik Indonesia dan dapat dijadikan koleksi bagi pencinta komik.

29 November 2016

Secarik Terima Kasih

Sudah sejak lama saya menyukai ilustrasi karya Neil Slorance. Belum lama ini saya mulai mengoleksi buku komik karangannya. Tidak semua hanya beberapa serial komik personalnya yang saya beli dari sini. Setiap komik pesanan saya itu tiba (meski cuma membeli satu), di dalam bukunya selalu terselip secarik kertas ucapan terima kasih yang ditulis langsung oleh Neil. Pada halaman judulnya pun tidak lupa dia bubuhi tanda tangan. Sebetulnya, ini sesuatu yang biasa saja karena dia juga melakukan hal yang sama kepada para pembeli sebagai bentuk terima kasih. Tetapi bagi penggemar karyanya yang tinggal di belahan dunia lain dan harus menunggu cukup lama hingga bukunya tiba, secarik kertas ini bisa menjadi istimewa dan sangat berkesan. ^_^





10 Maret 2016

Sedikit Cerita Tentang GMT 2016

Kemarin, 9 Maret 2016, bangsa Indonesia sangat antusias menyambut gerhana matahari total (GMT). Begitu pula saya, berharap bisa kebagian melihat gerhana matahari dari rumah di kawasan Pondok Gede. Hehehe. Walau hanya ikut memantau lewat siaran langsung Kompas TV dan media sosial, saya benar-benar merinding dan kagum melihatnya. Apalagi warga yang mengalami langsung proses fenomena alam yang sungguh luar biasa dan amat indah ini. Pagi hari ketika terjadi GMT, sekitar pukul 07.20 WIB, di kawasan tempat saya tinggal kondisinya menjadi redup seperti menjelang sore hari. Ayam-ayam jago peliharaan yang tadinya berkokok sahut-sahutan tiba-tiba senyap dan tenang. Tidak lama kemudian, perlahan-lahan suasana menjadi terang kembali. Ayam-ayam jago ramai berkokok lagi. Setelah itu, saya dan keluarga bersama warga sekitar mengikuti shalat Kusuf (gerhana) berjamaah di masjid dekat rumah.

Membaca koran Kompas hari ini tentang warga yang antusias menyaksikan gerhana matahari total bikin saya gembira. Seperti di Balikpapan, ribuan warga memadati Pantai Maggar untuk menyaksikan GMT. Saat awal gerhana, warga bersorak-sorai, dan kian riuh saat sabit terbentuk. Puncaknya, saat GMT, warga bersorak, bertepuk tangan, dan memukul-mukul botol minuman. Wuiiih, kebayang deh bagaimana serunya suasana di sana ketika GMT. Ada pula seorang warga di Yogyakarta yang memanfaatkan peristiwa langka ini untuk menyerahkan cincin pertunangan dan melamar kekasihnya menjadi pasangan hidupnya. Belum lagi keriaan festival-festival kesenian yang diselenggarakan di daerah setempat untuk menyambut GMT 2016.

Mengutip koran Kompas hari ini tentang perkataan wakil presiden Yusuf Kalla yang turut mengikuti shalat gerhana sebelum memantau peristiwa GMT di lapangan kota Palu, kabupaten Sigi. Setelah menyaksikan proses GMT, beliau berkata, "Oh, indah sekali. Bagaimana kekuatan alam, bagaimana (kita) mengetahuinya, matahari yang (berjarak) 150 juta kilometer dan bagaimana bulan yang jaraknya lebih kurang 40 juta kilometer dapat diketahui posisi pas, betul-betul pas. Itu, kan, kebesaran Allah. Karena pengetahuan manusia, presisi, menitnya sudah diketahui, tahun dan di menit sekian terjadi di sini, dan itu benar."

Entah kenapa perkataan Pak Kalla itu bikin saya terharu. Karena saya tidak punya foto-foto GMT 2016, jadi saya foto saja salah satu buku cerita rakyat favorit saya dari Jawa Timur berjudul "Gerhana" yang diceritakan kembali oleh Suyadi (1932 - 2015), ilustrasinya juga digarap oleh beliau. Seniman dan ilustrator Indonesia yang saya kagumi. Saya beruntung bisa bertemu Pak Suyadi alias Pak Raden di suatu acara tentang ilustrasi di Jakarta dan meminta beliau menandatangani buku-buku cerita koleksi saya, yang sengaja saya bawa pada saat itu.






Beberapa hari sebelum peristiwa gerhana matahari, saya kembali membaca buku cerita ini. Warga tidak lagi takut dengan raksasa Kala Rahu yang konon memakan dan menelan benda-benda langit termasuk matahari sehingga terjadi gerhana dan bumi menjadi gelap gulita. Kini warga menyambut kedatangan gerhana dengan penuh syukur dan sukacita.

17 Januari 2016

Buku Cerita dari Arnhem

Beberapa bulan lalu, seorang kawan menawarkan buku-buku lama bekas perpustakaan tempat ia bekerja. Tentu saya tidak menolak, apalagi  yang ditawarkannya buku cerita bergambar. Hehehe. Nah, awal Desember lalu, datanglah paket superbesaaaar yang dijanjikan. Walau sudah tahu mau dikirimi paket dari sana tapi saya ngga mengira paketnya bakal besar banget! Paket berisi buku cerita anak yang sebagian besar berbahasa Belanda ini menempuh waktu perjalanan tiba di Indonesia sekitar dua minggu. Bukunya banyak sekali. Buku bekas namun kondisinya cukup baik. Meski tidak paham bahasa Belanda, saya sangat menikmati gambar-gambarnya. Ilustrasinya beragam dan unik, tanpa membaca teksnya saja saya sudah tersenyum. Dalam paket, di atas tumpukan buku cerita, ada sebatang cokelat dan selembar kartu pos lucu berisi pesan singkat dari mbak Martha.




Mbak Martha dan keluarga bermukim di Arnhem, Belanda. Kawan di dunia maya yang saya kenal lewat blog ini adalah pustakawati pada bagian buku anak di Perpustakaan Umum Arnhem. Di sela-sela kesibukan kerja dan rumah tangga, mbak Martha punya proyek tentang buku anak yang baru saja dimulainya tahun 2015 dan ia tampilkan di duniabukuanak.nl. Websitenya sangat informatif. Bagi yang senang dengan buku cerita, ilustrasi, ataupun puisi pasti akan suka main ke sana. :)



Terima kasih banyak mbak Martha buat kiriman buku dan oleh-oleh cokelatnya! :D

10 Januari 2016

Gambar di Ensiklopediaku yang Pertama

Almarhum papa saya sangat suka buku. Beliau senang sekali membaca dan menulis. Sewaktu kami kecil, di rumah ada ruang perpustakaan pribadi yang semua isinya buku koleksi beliau. Nama perpustakaannya ALVEDILA. Singkatan dari nama panggilan kami bertiga. Veni, Dian, Ela. Mulai dari buku-buku sains, sosial, agama, kesehatan, biografi, ensiklopedia, psikologi sampai sastra ada di sana. Paling banyak buku astronomi, geografi, dan peta dunia (atlas). Buku-buku tersebut sering dipakai beliau sebagai bahan acuan mengajar di SMA dan menulis buku-buku pelajaran Geografi. Untuk urusan buku papa saya sangat royal. Seiring berjalannya waktu, buku koleksi papa semakin bertambah. Ruang perpustakaan tidak lagi muat menampung buku-buku tersebut. Papa memutuskan untuk menjual sebagian besar buku koleksinya ke tukang loak. Sebagian lagi, yang merupakan buku kesayangan dan buku-buku penting buat beliau, disimpannya rapi di lemari buku yang tidak terlalu besar, namun cukup untuk menaruh buku-bukunya. Hingga kini buku koleksinya tersebut masih kami rawat dengan baik.

Tempat membaca dan lemari buku papa di rumah

Sewaktu SD, kami ikut-ikutan papa membuka perpustakaan di garasi rumah. Namanya pun sama, ALVEDILA. Berisi kumpulan buku cerita koleksi kami. Kakak saya dengan koleksi buku Lima Sekawan, The Babysitter Club, komik Nina, dll. Saya dan adik dengan komik Candy-Candy, Doraemon, Kungfu Boy, Pansy, dll. Koleksi buku cerita saya lebih sedikit dibandingkan punya kakak dan adik, sebab saya lebih sering beli mainan. Hehehe. Kami punya tugas masing-masing ketika menjalankan perpustakaan. Pada waktu itu lumayan banyak yang datang ke rumah untuk menyewa buku. Sebagian besar adalah teman-teman kompleks rumah. Uang hasil sewa buku tersebut kami belikan lagi buku cerita baru. Tapi lama kelamaan banyak buku yang rusak karena dipinjam dan susah sekali dikembalikan. Karena sayang dan khawatir akan keselamatan buku-buku cerita koleksi kami, jadi kami sepakat menutup perpustakaannya.

Di antara sekian banyak buku koleksi papa, ada satu seri buku yang paling saya suka waktu kecil. Yaitu "Disney's Ensiklopediku yang Pertama", Penerbit Grolier Enterprises, Inc. Edisi bahasa Indonesianya diterbitkan pertama kali oleh PT Widyadara, Jakarta 1983. Terdiri dari 24 jilid. Ilustrasi berwarna dalam buku tersebut sangat menarik dan lucu. Ada gambar tokoh-tokoh kartun Disney yang meramaikan isi buku. Disisipi pula ilustrasi foto untuk mendukung penjelasan tulisan dalam ensiklopedi tersebut. Saya suka sekali lihat gambar-gambar kartun yang ada di dalamnya. Gambarnya sering saya tiru untuk digambar lagi di buku tulis pakai pensil warna seadanya.





Dari kecil saya ngga bisa lihat bidang kosong yang bersih, pasti habis dicorat-coret pakai pulpen, kapur tulis, sampai pensil alis punya mama. Alhamdulillah, saya ngga pernah dimarahi. Sepertinya orangtua saya paham betul kalau anaknya sedang berekspresi. Sedihnya, saya tidak punya kenang-kenangan atau dokumentasi gambar-gambar yang saya bikin sewaktu kecil. Saya ingat, kala itu saya suka menggambar pakai pensil di satu buku tulis kotak-kotak sampai bukunya keriting. Isinya penuh dengan gambar-gambar orang. Entah buku tulisnya itu lenyap ke mana. Mungkin ikut terjual ke tukang loak.

Namun, ada gambar yang tersisa di satu buku kesukaan saya itu, yang saya bikin sewaktu kecil. Gambarnya terdapat di belakang buku Disney's Ensiklopediku yang Pertama, jilid 15. Digambar pakai pulpen.




Saya ngga tahu maksud gambarnya apa, kayaknya gambar orang-orang (laki-laki) sedang bergaya memakai rompi, dasi kupu-kupu, dan topi. Ada pula yang memakai kacamata. Dulu saya paling suka menggambar orang. :))

Saya baru menemukan gambar di belakang buku ini minggu kemarin ketika sedang mencari bahan untuk menggambar. Padahal saya sering membuka-buka buku-buku ensiklopedi ini. Buku ini benar-benar buku ensiklopedi saya yang pertama. Bukunya sudah usang dan menguning, namun masih lengkap kami simpan. Sampai sekarang tetap menjadi buku kesukaan saya dan sering saya jadikan sebagai referensi menggambar.