14 Juni 2017

Buku Rori Si Pelupa


Akhir Mei 2017 saya mendapat kiriman dari editor bukti terbit buku cerita bergambar Rori Si Pelupa. Buku yang baru saja terbit ini masih satu seri dengan Olli Si Penakut. Berkisah tentang tikus tanah bernama Rori yang lupa jalan pulang ke rumah setelah membeli seikat bunga untuk neneknya. Karena lupa, Rori jadi nyasar ke mana-mana hingga nyasar ke kamar mandi Robi Rubah! Rori tidak menyerah untuk terus menggali tanah sambil mengingat-ingat dan mencari jalan kembali ke rumahnya.



Sewaktu menggarap ilustrasi cerita ini saya jadi ingat diri saya sendiri yang sering nyasar kalau melewati gang atau jalan-jalan kecil. Buat saya, rasanya semua gang itu tampak serupa. Saya harus berputar-putar dulu di jalan yang sama, kadang sampai jauh ke mana-mana, hingga akhirnya menemukan jalan yang benar. Kadang dalam menjalani hidup juga suka begitu, kan? :D



Saya selalu bersemangat saat mengerjakan ilustrasi yang ceritanya benar-benar saya suka. Mudah bagi saya membayangkan gambarnya, apalagi jika sang editor memberi kebebasan kepada saya ketika menggarap ilustrasinya, selama ilustrasi sesuai dengan ceritanya. Meski ada revisi gambar di sana-sini dan ada sedikit kesalahan pada cetakannya (menurut editor, akan diperbaiki pada cetakan kedua dan seterusnya), saya tetap senang. Entah kenapa, saya suka ketawa lihat gambar sendiri. :))

8 Mei 2017

25 April 2017

Mainan Tidak Kesampaian

Ada ngga sih mainan yang ngga pernah kesampaian sewaktu teman-teman masih kecil? Zaman SD, saya ingin banget punya Nintendo tapi ngga pernah dibelikan oleh papa saya. Entah kenapa, mungkin beliau ngga mau anak-anaknya lupa belajar karena kebanyakan main video game. Saya cuma bisa ikut main Nintendo di rumah teman saya yang satu kompleks. Waktu itu ada empat teman kompleks yang punya Nintendo. Saya juga sempat ikut undian berhadiah Nintendo dari permen Pindy Pop yang muncul di majalah Bobo, sayangnya saya ngga pernah menang.

Ketika liburan sekolah tiba, papa saya beli komputer baru. Komputer pertama kami. Komputer IBM tahun 80-an dengan layar hitam dan tulisannya hijau, masih menggunakan MS-DOS dengan disket (floppy disk) ukuran 8 inchi. Komputer ini digunakan papa saya untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Beliau juga mengajarkan kami menggunakan komputer. Kami belajar mengetik pakai Wordstar, menggambar di program Paint, dan main game. Tapi saya lebih senang menggambar di program Paint dan main game. Ngga banyak disket game yang kami punya saat itu, jadi ngga banyak pula game yang saya mainkan. Ada beberapa game komputer (PC/DOS) kala itu yang sering saya mainkan sendiri atau bersama adik dan kakak saya di rumah.

1. Frogger (1983)

Game komputer pertama saya sewaktu SD. Gregetan mainnya. Apalagi kalau baru mulai kodoknya sudah ketabrak mobil, kecebur kali, atau kena buaya. Huaaaa!

2. Digger (1983)

Saya sukaaaa sekali main ini. Deg-degan abis! Makin tinggi level-nya, semakin cepat permainannya. Pokoknya seru, seru, seru! Saya baru boleh main ini kalau sudah mandi sore. :))

3. PAC-MAN (1983)

Ini juga bikin deg-degan kayak Digger, kejar-kejaran, apalagi kalau "setan"-nya sudah mendekat, bakalan panik sendiri. Saya juga sempat punya mainan papan (board game) PAC-MAN. :D


4. Galaxian (1983)

Main game ini berasa seperti di luar angkasa. Asyik, tembak-tembak terus.

5. Tetris (1987)

Sebelum ada gimbot-nya (game watch), saya main Tetris versi ini di komputer.

6. Prince of Persia (1989)

Saya tahu game ini dari teman sebangku sewaktu kelas 1 SMP, namanya Sierra. Orangnya cuek, doyan main game PC, dan baik banget. Saya sampai dipinjemin disket game-nya buat di-copy. Dan ternyata emang seruu!

Keenam video di atas saya ambil via youtube yang sama persis seperti saya mainkan sewaktu kecil dulu. Nostalgia banget, deh! Sebagai anak yang besar di tahun 90-an, saya ngga pernah kesampaian punya Nintendo, tapi pada waktu itu bukan masalah buat saya karena game di komputer pun ngga kalah seru (walau game yang saya mainkan itu-itu saja. Hahaha). Saya makin jarang main video game ke rumah teman dan keinginan punya Nintendo juga langsung pudar. Sekarang saya malah jadi kangen game komputer dengan tampilan zaman dulu. Sudah lama sekali saya ngga main game komputer. Selama ini komputer hanya saya gunakan untuk kerja, kerja, kerja. :))

14 April 2017

#QOTD (5)

"Saya mengikuti pedoman Pak Tino Sidin di acara televisi beberapa puluh tahun yang lalu: yang penting adalah "gemar" menggambar, bukan "pintar" menggambar. Dengan kata lain: tak perlu susah payah untuk hebat, asal senang. Dan kalau salah gores dimaafkan sebelum lebaran." ~ Goenawan Mohamad