25 April 2017

Mainan Tidak Kesampaian

Ada ngga sih mainan yang ngga pernah kesampaian sewaktu teman-teman masih kecil? Zaman SD, saya ingin banget punya Nintendo tapi ngga pernah dibelikan oleh papa saya. Entah kenapa, mungkin beliau ngga mau anak-anaknya lupa belajar karena kebanyakan main video game. Saya cuma bisa ikut main Nintendo di rumah teman saya yang satu kompleks. Waktu itu ada empat teman kompleks yang punya Nintendo. Saya juga sempat ikut undian berhadiah Nintendo dari permen Pindy Pop yang muncul di majalah Bobo, sayangnya saya ngga pernah menang.

Ketika liburan sekolah tiba, papa saya beli komputer baru. Komputer pertama kami. Komputer IBM tahun 80-an dengan layar hitam dan tulisannya hijau, masih menggunakan MS-DOS dengan disket (floppy disk) ukuran 8 inchi. Komputer ini digunakan papa saya untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Beliau juga mengajarkan kami menggunakan komputer. Kami belajar mengetik pakai Wordstar, menggambar di program Paint, dan main game. Tapi saya lebih senang menggambar di program Paint dan main game. Ngga banyak disket game yang kami punya saat itu, jadi ngga banyak pula game yang saya mainkan. Ada beberapa game komputer (PC/DOS) kala itu yang sering saya mainkan sendiri atau bersama adik dan kakak saya di rumah.

1. Frogger (1983)

Game komputer pertama saya sewaktu SD. Gregetan mainnya. Apalagi kalau baru mulai kodoknya sudah ketabrak mobil, kecebur kali, atau kena buaya. Huaaaa!

2. Digger (1983)

Saya sukaaaa sekali main ini. Deg-degan abis! Makin tinggi level-nya, semakin cepat permainannya. Pokoknya seru, seru, seru! Saya baru boleh main ini kalau sudah mandi sore. :))

3. PAC-MAN (1983)

Ini juga bikin deg-degan kayak Digger, kejar-kejaran, apalagi kalau "setan"-nya sudah mendekat, bakalan panik sendiri. Saya juga sempat punya mainan papan (board game) PAC-MAN. :D


4. Galaxian (1983)

Main game ini berasa seperti di luar angkasa. Asyik, tembak-tembak terus.

5. Tetris (1987)

Sebelum ada gimbot-nya (game watch), saya main Tetris versi ini di komputer.

6. Prince of Persia (1989)

Saya tahu game ini dari teman sebangku sewaktu kelas 1 SMP, namanya Sierra. Orangnya cuek, doyan main game PC, dan baik banget. Saya sampai dipinjemin disket game-nya buat di-copy. Dan ternyata emang seruu!

Keenam video di atas saya ambil via youtube yang sama persis seperti saya mainkan sewaktu kecil dulu. Nostalgia banget, deh! Sebagai anak yang besar di tahun 90-an, saya ngga pernah kesampaian punya Nintendo, tapi pada waktu itu bukan masalah buat saya karena game di komputer pun ngga kalah seru (walau game yang saya mainkan itu-itu saja. Hahaha). Saya makin jarang main video game ke rumah teman dan keinginan punya Nintendo juga langsung pudar. Sekarang saya malah jadi kangen game komputer dengan tampilan zaman dulu. Sudah lama sekali saya ngga main game komputer. Selama ini komputer hanya saya gunakan untuk kerja, kerja, kerja. :))

14 April 2017

#QOTD (5)

"Saya mengikuti pedoman Pak Tino Sidin di acara televisi beberapa puluh tahun yang lalu: yang penting adalah "gemar" menggambar, bukan "pintar" menggambar. Dengan kata lain: tak perlu susah payah untuk hebat, asal senang. Dan kalau salah gores dimaafkan sebelum lebaran." ~ Goenawan Mohamad

20 Februari 2017

Kartu Pos Sepanjang Tahun 2016

Biasanya saya suka bercerita tentang kartu pos yang saya terima di akhir tahun, karena kesibukan akhir tahun kemarin saya jadi tidak sempat menulis cerita tentang ini. Sebenarnya, tahun lalu saya masih menerima kartu pos dan surat dari beberapa kawan di dunia maya. Saya sudah jarang sekali menerima surat malah hampir tidak pernah, jadi kaget sekaligus senang sewaktu dapat surat dari kawan baru. Kartu pos dan surat ini bikin saya happy sepanjang hari. Buat saya, rasanya masih sama seperti dulu ketika menerima surat dari sahabat-sahabat pena saya. ^_^

Yuk, langsung lihat kartu pos dan suratnya!

Tirsa - Monterey Bay, California, United State of America
Ini kartu pos di awal tahun 2016. Gambarnya unik, awalnya saya kira ini selembaran iklan yang sering dilempar orang ke rumah-rumah untuk promosi produk makanan. Ternyata salah. Hihihi. Karena memang kartu posnya bergambar iklan zaman dulu tentang makanan kaleng Portola Sardines, Hovden Food Products Corporation (1916). Kartu pos dikirim saat Mbak Tirsa sedang jalan ke Monterey Bay, kota di California, di mana penulis John Steinbeck aktif. Saya belum pernah membaca novel karya Steinbeck. Saya sempat lihat di toko buku, dua novel karangannya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, yaitu "Tikus dan Manusia" dan "Dataran Tortilla".

Lianty Putri - Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Indonesia
Menyapa dan disapa seseorang itu sama-sama menyenangkan. Saya senang sekali jika ada seseorang menyapa saya. Seperti Lianty, yang menyapa saya lewat kartu pos. Kartu pos bergambar karya Lianty ini adalah kartu pos pertamanya. Lianty bilang, sebenarnya ia sudah lama mengikuti blog saya tapi baru kali ini berani kirim kartu pos. Dan selanjutnya, Lianty kembali mengirim surat dengan kertas surat lucu-lucu.

Mona - Padang, Sumatera Barat, Indonesia
Mulanya ada seseorang berkomentar di salah satu cerita di blog saya. Ia ingin mengirim surat dan memperlihatkan karya gambarnya kepada saya. Tentu saya senang sekali. Tidak lama kemudian, suratnya datang. Saya cukup kaget karena ia betulan kirim surat beserta karya gambarnya! Namanya Monalisa, sarjana bahasa Inggris, berasal dari Padang. Mona menulis dalam suratnya, ia hobi menggambar dan setahun terakhir ini ia sedang senang menggambar pakai pensil warna. Mona kerap menggambar bersama keponakan maupun anak-anak tetangga yang masih kecil. Menurut Mona, sekalipun sekarang ini sedang tren buku mewarnai dewasa, ia kurang tertarik membelinya karena lebih puas mewarnai gambar buatan sendiri. 

Berikut beberapa gambar karya Mona yang ia sertakan dalam suratnya:



Ada Doraemon! :D

Sedikit masukan untuk Mona. Buat saya, hasil pewarnaan pensil warnanya masih terasa tebal, kesannya seperti pakai krayon. Barangkali pensil warnanya terlalu ditekan. Atau mewarnainya memang pakai krayon, ya? Tapi, di gambar ini Mona pandai bermain gradasi, mewarnai dengan tegas dan rapi, dan berani mencampur warna sehingga gambar terlihat menarik. Terima kasih gambar-gambarnya, Mona. Terus menggambar, ya! ^_^

Lianty Putri - Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Indonesia
Beberapa bulan lalu saya membalas surat Lianty yang ini. Kemudian, Lianty kembali membalas surat saya itu. Dan isinya banyak sekali! Ada dua pembatas buku yang dibikin sendiri oleh Lianty, post-it bergambar Doraemon, komik jepang "Walking with You" karangan Megumi Mizusawa yang banyak binatang-binatang lucunya, dan satu kartu pos bergambar Danau Toba. Dalam suratnya yang bergambar Doraemon, Lianty bercerita kalau sekarang ia sudah kelas 1 SMA. Lianty bercita-cita menjadi politikus dan bekerja di kementrian. Oiya, Lianty juga senang berkirim surat dan punya banyak sahabat pena. :D

Asti Nadia - Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia
Surat ini datang sekitar dua minggu lalu. Saya sempat penasaran karena di belakang amplopnya hanya tertulis nama pengirimnya dan tertera Purwokerto Banyumas pada cap perangkonya. Setelah dibaca suratnya, ternyata dari seseorang yang suka main-main ke blog saya. Asti Nadia, Dea nama panggilannya, saat ini kelas 2 di SMAN Banyumas. Ia punya hobi membaca, menggambar, membaca komik, dan melihat gambar-gambar lucu di internet. Ini pertama kalinya Dea menulis surat yang dikirim. Dalam suratnya, Dea bercerita bagaimana awalnya ia bisa ketemu blog saya. Dea pun bercerita tentang lima kucing peliharaannya yang ia namai Al, El, Dul, Temi, Kuning. Menurut Dea, nama-nama kucingnya kurang kreatif tapi yang penting Dea menyayangi mereka. Untuk Dea, suratnya sudah saya balas hari ini. Maaf ya balasnya lamaaaa. Semoga suratnya selamat sampai di rumahmu! ;)

Terima kasih, Teman-teman! Kartu pos dan suratnya sudah saya simpan baik-baik. Hingga saat ini saya masih takjub kalau ada kartu pos atau surat yang tiba-tiba datang untuk saya dari tempat/daerah yang ngga pernah saya sangka. Di masa sekarang, rasanya memang sedikit aneh dan tidak biasa lagi mengirim atau menerima surat seperti ini, tapi saya tetap suka dan senang. Silakan saja kalau ada teman-teman yang ingin bertukar cerita atau sekadar menyapa saya lewat kartu pos/surat (lewat email pun boleh), jika sempat pasti saya balas. ^_^

24 Januari 2017

Buku Olli Si Penakut


Buku cerita bergambar yang ilustrasinya saya garap akhir tahun kemarin sudah terbit bulan ini. Kiriman dua buku sebagai bukti terbit baru saja saya terima siang tadi. Sempat deg-degan membayangkan hasilnya. Alhamdulillah, saya seneng banget!! Ketika saya buka bukunya, saya ketawa lihat gambar saya sendiri. Hahaha. Awal dikasih naskah cerita yang ditulis Susan Monalusia ini oleh sang editor, saya langsung suka. Simpel dan lucu, rasanya sesuai dengan gaya gambar saya. Hehehe. Mungkin di lain waktu saya akan sedikit cerita tentang proses pembuatan ilustrasinya di blog.



Saya ingin berterima kasih kepada Indri yang memberikan cerita ini kepada saya untuk saya gambar. Dan juga Edith, atas kerja sama dan masukannya hingga buku cerita ini terbit. Terima kasih! Senang sekali bisa kembali menggambar untuk Erlangga for Kids. ^_^

30 Desember 2016

Kompilasi Komik

Kompilasi Komik Siluman Kucing (2016). Kompilasi Komik Sepanel Tiga Hati (2015)
Penerbit Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta

Saya baru tau dari seorang kawan tentang komik ini yang ngga sengaja dia beli di stan IKJ sewaktu acara PopCon 2016. Saya jadi ingin ikutan baca tapi bingung belinya di mana. Akhirnya saya coba hubungi Ardie, teman semasa kuliah yang saat ini menjadi pengajar ilustrasi di IKJ, buat pesan komiknya. Eh, tau-tau komiknya udah dateng aja kemarin, padahal saya belum bayar. Hahaha. Tenang, sekarang udah lunas, kok. Terima kasih ya, Die! ^_^

Komik terbitan FSR-IKJ ini merupakan karya terpilih yang dibikin oleh mahasiswa Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta, saat mengikuti perkuliahan Sequential Art. Mata kuliah ini diwajibkan bagi mahasiswa DKV yang mengambil peminatan ilustrasi. Menurut penjelasan dalam buku ini, tugas membuat komik tidak hanya menggambar komik saja tetapi melatih kemampuan menyampaikan maksud dan tujuan dengan baik.

Senang bisa melihat karya akhir tugas kuliah adik-adik kelas dalam bentuk buku kompilasi komik ini. Temanya menarik, gaya gambarnya pun beragam. Kompilasi komik Sepanel Tiga Hati mengisahkan suasana di kampus IKJ dan kawasan sekitarnya dari sudut pandang mahasiswa, yang berhasil bikin saya kangen kampus. Kangen ngerjain tugas kuliah. Kangen dosen-dosen saya. Kangen Planetarium. Huhuhu. Saya sengaja baca komiknya sedikit-sedikit supaya ngga cepat habis. Hahaha. Semoga proyek kompilasi komik ini terus berjalan agar menambah keberagaman komik Indonesia dan dapat dijadikan koleksi bagi pencinta komik.

21 Desember 2016

Kamishibai: Dokter Hama Sangat Sibuk

Judul: Dokter Hama Sangat Sibuk
Cerita: Murti Bunanta
Ilustrasi: Aldriana A. Amir
Penerbit: Yayasan Murti Bunanta, 2008

Saya kembali lagi membuat dummy kamishibai dari serial buku kecil karangan Ibu Murti Bunanta. Kali ini cerita diambil dari buku berjudul "Dokter Hama Sangat Sibuk". Mengisahkan kesibukan Dokter Hama. Mulai dari mengunjungi dan memeriksa si Dudu & si Didu yang sedang sakit batuk dan sering lupa minum obat. Rohan yang sakit panas dan panasnya tinggi sekali. Ada dua kucing kembar, si Tata dan si Tutu, sakit gigi karena mereka malas menggosok gigi. Lalu, si Manis yang kakinya tergores paku. Dokter Hama memang pandai, dapat mengobati berbagai penyakit. Banyak pasien menunggu giliran diperiksa Dokter Hama. Ia dibantu perawat Dahlia dan perawat Nori. Dokter Hama benar-benar sibuk, tetapi ia senang menolong. 




Proses pengerjaannya masih sama seperti pembuatan dummy kamishibai sebelumnya. Untuk pembuatan ilustrasi, saya selalu mulai dengan coret-coretan/sketsa berdasarkan cerita. Setelah melalui beberapa perbaikan sketsa kemudian disetujui oleh Ibu Murti, selanjutnya masuk ke tahap outline dengan spidol/drawing pen, lalu proses pewarnaan di komputer. Sebenarnya, teknik dan media menggambar yang dipakai bisa bermacam-macam. Bisa manual, digital, atau campuran keduanya. Medianya pun begitu, bisa cat air, akrilik, krayon, tinta, dll., atau campuran dari berbagai media. Menurut saya yang terpenting adalah gambar bisa menyampaikan pesan/isi dari cerita.



Setelah itu, ilustrasi siap dicetak digital. Lapisi hasil cetakan dengan kertas duplex menggunakan double tape agar kamishibai tetap tegak dan kokoh dipegang ketika digunakan mendongeng. Jangan lupa tempel teks cerita di balik/di belakang kamishibainya. Bikin amplop (bisa pakai kertas duplex) sebagai tempat menyimpan kamishibai.




Ini kamishibai kelima yang saya bikin dari cerita-cerita karangan Ibu Murti. Mungkin akan menjadi seri terakhir yang saya gambar. Serial lainnya yaitu Tarian Pengusir Ular, Si Tomat Bisa Berkawan, Si Kecil Berjalan-jalan, dan Katak Ingin Bermain Sirkus. Meskipun belum dicetak dan masih berupa dummy sederhana, saya senang sekali mendengar kabar kalau dummy kamishibai tersebut telah digunakan mendongeng oleh Ibu Murti di sekolah. ^_^