Tampilkan postingan dengan label Buku Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Anak. Tampilkan semua postingan

14 Agustus 2018

Buku Harian Salwa Si Owa Jawa


Kemarin, saya dapat kiriman dari Penerbit Erlangga bukti terbit buku cerita Salwa si Owa Jawa, karangan Rahayu Oktaviani alias Ayu. Kaget dan gembira karena bukunya sudah terbit awal Agustus ini. Mulanya saya tidak yakin ilustrasi saya bakal dipakai dalam buku cerita ini. Ternyata Erlangga for Kids tetap menggunakan ilustrasi yang saya bikin. :D


Teman-teman pasti sudah sering baca tentang Ayu di blog ini. Semoga tidak bosan, ya. Hihihi. Menurut Ayu, cerita ini terinspirasi dari perilaku sehari-hari seekor owa jawa, yang juga bernama Salwa, dari salah satu kelompok yang biasa diamati Ayu di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Jawa Barat. Jadi, si Salwa ini benar-benar ada! Dan ketika membaca cerita ini kalian akan tahu fakta unik tentang owa jawa.

Saya senang sekali karena impian Ayu membuat buku cerita anak tentang owa terwujud. Yeaaay. Selamat, Ayu!!

Bagi teman-teman yang tertarik dengan Buku Harian Salwa, bisa dicari dan dibeli di toko buku atau di toko daring kesayanganmu. ^_^

Judul: Buku Harian Salwa Si Owa Jawa
Cerita: Rahayu Oktaviani
Ilustrasi: Aldriana Amir
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Erlangga for Kids, 2018

28 September 2017

Buku Cerita dari Negeri Jiran

Sudah cukup lama saya tidak menjalin komunikasi dengan Pak Shukri Edrus, penulis cerita anak dan ilustrator asal Malaysia. Tiba-tiba, kemarin saya dapat kiriman paket pos berisi tiga buku cerita karangan beliau yang dicetak ulang. Buku-buku tersebut berjudul 'Pak Pandir dengan Gergasi' (cetakan pertama tahun 1985), 'Sang Gedembai' (1987), 'Shakeel dengan Sita' (2015). Tahun 2015, terakhir kali kami berkomunikasi, Pak Shukri juga pernah mengirimkan saya dua kamishibai karyanya berjudul 'Alang Pipi Merah' dan 'Buluh Ajaib' yang baru saja terbit pada tahun itu. Kamishibai tersebut merupakan kamishibai pertama yang terbit di Malaysia. Jika dilihat dari informasi pada bukunya, buku-buku karangan beliau ini termasuk dalam kategori Folk Literature dan Children's Stories.

  Sang Gedembai (1987), Shakeel dengan Sita (2015), Pak Pandir dengan Gergasi (1985)

Kamishibai Buluh Ajaib dan Alang Pipi Merah (2015)

Saya berkenalan dengan beliau di acara Jakarta ASEAN Storytelling Festival yang diselenggarakan oleh KPBA (Kelompok Pencinta Bacaan Anak) tahun 2008. Acara itu dihadiri juga oleh para ilustrator dengan memamerkan karya-karyanya. Saya suka sekali lukisan/ilustrasi karya Pak Shukri karena simpel dan lucu. Selepas itu, kami bertukar alamat agar bisa berbagi cerita dan pengalaman seputar buku cerita, seni dan budaya lewat surat ataupun surel. Kami jadi berkawan. Beliau orangnya baik dan senang sekali bercerita. Sebelum menekuni profesinya yang sekarang, ia adalah pustakawan kanak-kanak di Perpustakaan Negara Malaysia. Tahun 2011, kami sempat bertemu kembali di Jakarta, waktu itu beliau bersama temannya sedang melakukan penelitian karya sastra Buya Hamka. Beliau pun membawakan saya beberapa buku cerita Malaysia dan buku cerita berbahasa Mandarin sebagai oleh-oleh.

Mengapa Adik? (Azizah binti Hamzah & Md. Shukri bin Edrus, 2010), Kisah Pak Kaduk (Shukri Edrus, 2010), Mimpi Raja Amir (Shariffah Norlaila Syed Alwi & Damas Wari, 2008). Damas Wari merupakan nama samaran/nama pena beliau

 Salah satu salinan karya Pak Shukri di majalah

Buku cerita Malaysia dan buku cerita India (terjemahan bahasa Malaysia) 

Kami beberapa kali saling bertukar buku cerita. Beliau mengirimkan beberapa buku karangannya dan buku cerita Malaysia. Begitu pun sebaliknya, saya mengirimkan buku cerita bergambar yang pernah saya ilustrasikan dan buku cerita Indonesia. Lewat buku-buku yang beliau kirim, saya jadi bisa sedikit belajar bahasa Malaysia. Bahasa yang digunakan dalam buku cerita tersebut tidak terlalu sulit karena hampir mirip dengan bahasa Indonesia, meski ada cukup banyak kata dalam bahasa Malaysia yang menurut saya aneh, lucu, dan tidak saya paham artinya. Saya menikmati ilustrasinya, buku-buku cerita ini pun menjadi panduan saya dalam menggambar.

Ternyata sudah lama saya tidak menulis karena kesibukan. Saatnya saya mulai kembali berkirim surat dan bertukar kabar dengan beliau. Terima kasih banyak atas buku-bukunya, Pak Shukri. Semoga terus cemerlang dan mari berkarya!

 Salah satu catatan kecil dari Pak Shukri Edrus

14 Juni 2017

Buku Rori Si Pelupa


Akhir Mei 2017 saya mendapat kiriman dari editor bukti terbit buku cerita bergambar Rori Si Pelupa. Buku yang baru saja terbit ini masih satu seri dengan Olli Si Penakut. Berkisah tentang tikus tanah bernama Rori yang lupa jalan pulang ke rumah setelah membeli seikat bunga untuk neneknya. Karena lupa, Rori jadi nyasar ke mana-mana hingga nyasar ke kamar mandi Robi Rubah! Rori tidak menyerah untuk terus menggali tanah sambil mengingat-ingat dan mencari jalan kembali ke rumahnya.



Sewaktu menggarap ilustrasi cerita ini saya jadi ingat diri saya sendiri yang sering nyasar kalau melewati gang atau jalan-jalan kecil. Buat saya, rasanya semua gang itu tampak serupa. Saya harus berputar-putar dulu di jalan yang sama, kadang sampai jauh ke mana-mana, hingga akhirnya menemukan jalan yang benar. Kadang dalam menjalani hidup juga suka begitu, kan? :D



Saya selalu bersemangat saat mengerjakan ilustrasi yang ceritanya benar-benar saya suka. Mudah bagi saya membayangkan gambarnya, apalagi jika sang editor memberi kebebasan kepada saya ketika menggarap ilustrasinya, selama ilustrasi sesuai dengan ceritanya. Meski ada revisi gambar di sana-sini dan ada sedikit kesalahan pada cetakannya (menurut editor, akan diperbaiki pada cetakan kedua dan seterusnya), saya tetap senang. Entah kenapa, saya suka ketawa lihat gambar sendiri. :))

Judul: Rori Si Pelupa
Cerita: Susan Monalusia
Ilustrasi: Aldriana Amir
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Erlangga for Kids, 2017

Bagi teman-teman yang tertarik, buku cerita Rori Si Pelupa bisa dibeli secara daring di sini atau di toko daring kesayanganmu. ^_^

24 Januari 2017

Buku Olli Si Penakut


Buku cerita bergambar yang ilustrasinya saya garap akhir tahun kemarin sudah terbit bulan ini. Kiriman dua buku sebagai bukti terbit baru saja saya terima siang tadi. Sempat deg-degan membayangkan hasilnya. Alhamdulillah, saya seneng banget!! Ketika saya buka bukunya, saya ketawa lihat gambar saya sendiri. Hahaha. Awal dikasih naskah cerita yang ditulis Susan Monalusia ini oleh sang editor, saya langsung suka. Simpel dan lucu, rasanya sesuai dengan gaya gambar saya. Hehehe. Mungkin di lain waktu saya akan sedikit cerita tentang proses pembuatan ilustrasinya di blog.



Saya ingin berterima kasih kepada Indri yang memberikan cerita ini kepada saya untuk saya gambar. Dan juga Edith, atas kerja sama dan masukannya hingga buku cerita ini terbit. Terima kasih! Senang sekali bisa kembali menggambar untuk Erlangga for Kids. ^_^

Judul: Olli Si Penakut
Cerita: Susan Monalusia
Ilustrasi: Aldriana Amir
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Erlangga for Kids, 2017

Bagi teman-teman yang tertarik, buku cerita Olli Si Penakut bisa dicari dan dibeli secara daring di sini atau di toko daring kesayanganmu. ^__^

21 Desember 2016

Kamishibai: Dokter Hama Sangat Sibuk

Judul: Dokter Hama Sangat Sibuk
Cerita: Murti Bunanta
Ilustrasi: Aldriana A. Amir
Penerbit: Yayasan Murti Bunanta, 2008

Saya kembali lagi membuat dummy kamishibai dari serial buku kecil karangan Ibu Murti Bunanta. Kali ini cerita diambil dari buku berjudul "Dokter Hama Sangat Sibuk". Mengisahkan kesibukan Dokter Hama. Mulai dari mengunjungi dan memeriksa si Dudu & si Didu yang sedang sakit batuk dan sering lupa minum obat. Rohan yang sakit panas dan panasnya tinggi sekali. Ada dua kucing kembar, si Tata dan si Tutu, sakit gigi karena mereka malas menggosok gigi. Lalu, si Manis yang kakinya tergores paku. Dokter Hama memang pandai, dapat mengobati berbagai penyakit. Banyak pasien menunggu giliran diperiksa Dokter Hama. Ia dibantu perawat Dahlia dan perawat Nori. Dokter Hama benar-benar sibuk, tetapi ia senang menolong. 




Proses pengerjaannya masih sama seperti pembuatan dummy kamishibai sebelumnya. Untuk pembuatan ilustrasi, saya selalu mulai dengan coret-coretan/sketsa berdasarkan cerita. Setelah melalui beberapa perbaikan sketsa kemudian disetujui oleh Ibu Murti, selanjutnya masuk ke tahap outline dengan spidol/drawing pen, lalu proses pewarnaan di komputer. Sebenarnya, teknik dan media menggambar yang dipakai bisa bermacam-macam. Bisa manual, digital, atau campuran keduanya. Medianya pun begitu, bisa cat air, akrilik, krayon, tinta, dll., atau campuran dari berbagai media. Menurut saya yang terpenting adalah gambar bisa menyampaikan pesan/isi dari cerita.



Setelah itu, ilustrasi siap dicetak digital. Lapisi hasil cetakan dengan kertas duplex menggunakan double tape agar kamishibai tetap tegak dan kokoh dipegang ketika digunakan mendongeng. Jangan lupa tempel teks cerita di balik/di belakang kamishibainya. Bikin amplop (bisa pakai kertas duplex) sebagai tempat menyimpan kamishibai.




Ini kamishibai kelima yang saya bikin dari cerita-cerita karangan Ibu Murti. Mungkin akan menjadi seri terakhir yang saya gambar. Serial lainnya yaitu Tarian Pengusir Ular, Si Tomat Bisa Berkawan, Si Kecil Berjalan-jalan, dan Katak Ingin Bermain Sirkus. Meskipun belum dicetak dan masih berupa dummy sederhana, saya senang sekali mendengar kabar kalau dummy kamishibai tersebut telah digunakan mendongeng oleh Ibu Murti di sekolah. ^_^

23 Juli 2016

Kamishibai: Katak Ingin Bermain Sirkus

Judul: Katak Ingin Bermain Sirkus
Cerita: Murti Bunanta
Ilustrasi: Aldriana A. Amir
Penerbit: Yayasan Murti Bunanta, 2008

Dua bulan lalu saya kembali membuat dummy kamishibai dari buku cerita kecil karangan Ibu Murti, berjudul "Katak Ingin Bermain Sirkus". Cerita sederhana mengisahkan sekumpulan katak yang merasa pandai melompat, berenang, dan menyanyi namun tidak ada yang mengajak mereka bermain sirkus. Mulailah mereka berlatih melompat dari satu daun ke daun lainnya, dari dahan rendah ke dahan paling tinggi. Segala upaya dilakukan agar bisa terbang sambil melakukan atraksi di udara. Berhasilkah sekumpulan katak tersebut terbang? Dan adakah yang mengajaknya bermain sirkus?






Sepertinya saya tidak bisa lepas dari menggambar kodok. Dan kayaknya sang kodok pun menyukai saya. Hahaha. Proses pengerjaan kamishibai ini sama seperti membuat ilustrasi kamishibai sebelumnya yang pernah saya ceritakan di blog. Ada tentang Si Tomat yang bisa berkawan, Katak yang menciptakan tarian pengusir ular, dan Si Kecil berjalan-jalan. Semua ilustrasi diawali tahap sketsa, outline dengan spidol/drawing pen, lalu warna di komputer. Setelah semua siap, kemudian ilustrasi dicetak digital. Membuat ilustrasi kamishibai dari buku-buku cerita berukuran kecil karangan Ibu Murti ini selalu menyenangkan buat saya. Rasanya seperti bermain saja. Tidak sabar melanjutkan ilustrasi kamishibai untuk cerita berikutnya! :D





17 Januari 2016

Buku Cerita dari Arnhem

Beberapa bulan lalu, seorang kawan menawarkan buku-buku lama bekas perpustakaan tempat ia bekerja. Tentu saya tidak menolak, apalagi  yang ditawarkannya buku cerita bergambar. Hehehe. Nah, awal Desember lalu, datanglah paket superbesaaaar yang dijanjikan. Walau sudah tahu mau dikirimi paket dari sana tapi saya ngga mengira paketnya bakal besar banget! Paket berisi buku cerita anak yang sebagian besar berbahasa Belanda ini menempuh waktu perjalanan tiba di Indonesia sekitar dua minggu. Bukunya banyak sekali. Buku bekas namun kondisinya cukup baik. Meski tidak paham bahasa Belanda, saya sangat menikmati gambar-gambarnya. Ilustrasinya beragam dan unik, tanpa membaca teksnya saja saya sudah tersenyum. Dalam paket, di atas tumpukan buku cerita, ada sebatang cokelat dan selembar kartu pos lucu berisi pesan singkat dari mbak Martha.




Mbak Martha dan keluarga bermukim di Arnhem, Belanda. Kawan di dunia maya yang saya kenal lewat blog ini adalah pustakawati pada bagian buku anak di Perpustakaan Umum Arnhem. Di sela-sela kesibukan kerja dan rumah tangga, mbak Martha punya proyek tentang buku anak yang baru saja dimulainya tahun 2015 dan ia tampilkan di duniabukuanak.nl. Websitenya sangat informatif. Bagi yang senang dengan buku cerita, ilustrasi, ataupun puisi pasti akan suka main ke sana. :)



Terima kasih banyak mbak Martha buat kiriman buku dan oleh-oleh cokelatnya! :D

7 Mei 2015

Kamishibai: Si Kecil Berjalan-jalan

Saya baru saja menyelesaikan lagi proyek gambar kamishibai-nya Ibu Murti Bunanta. Kamishibai ini dibikin sekitar dua minggu yang lalu. Terdiri dari sembilan panel cerita, termasuk sampulnya. Kisahnya masih diambil dari salah satu buku kecil karangan beliau, "Si Kecil Berjalan-jalan". Tentang si Kecil berjalan-jalan sendirian tanpa minta izin dahulu ke orangtuanya. Sehingga membuat khawatir ayah dan ibunya karena si Kecil belum juga muncul sedangkan hari sudah mulai gelap. Paman, bibi, serta teman-teman ayah si Kecil tidak mau ketinggalan membantu mencari si Kecil. 

Proses pembuatannya sama dengan pembuatan Kamishibai Si Tomat Bisa Berkawan dan Kamishibai Tarian Pengusir Ular. Mulai dari tahap sketsa hingga pembuatan gambarnya semua dikerjakan manual. Hanya pewarnaannya saja saya kerjakan dengan komputer. Di sini saya banyak melakukan revisi sketsa karakter si ayam betina dewasa. Setelah melewati beberapa kali revisi, akhirnya disetujui juga oleh Ibu Murti dengan komentar, "Bagus, boleh dilanjutkan kembali gambarnya." Rasanya bahagia banget! :))

Sketsa



Ilustrasi manual



Pewarnaan di komputer


Ukuran kamishibai: 39 x 26.5 cm
Lapisi hasil cetakan digital dengan kertas duplex 
agar kamishibai tetap tegak dan kokoh dipegang saat dipakai mendongeng

Tempel teks cerita di balik kamishibai



Kamishibai siap digunakan

Lalu, bikin amplop dari kertas duplex untuk menyimpan kamishibai-nya agar tidak tercecer atau hilang. Kamishibai ini masih berupa mock-up sederhana, meski begitu tetap bisa digunakan. Kalian juga bisa membuat sendiri kamishibai sederhana namun tetap menarik untuk digunakan sebagai media mendongeng atau bercerita. :)

Buku-buku kecil karangan Ibu Murti merupakan proyek ilustrasi buku cerita anak pertama saya bersama beberapa teman kampus selepas lulus kuliah. Ada 23 judul buku yang ilustrasinya kami kerjakan. Ketika itu beliau membutuhkan ilustrator-ilustrator baru untuk naskah cerita buku kecilnya. Kemudian saya diajak dan dikenalkan ke Ibu Murti oleh dosen ilustrasi saya, Mas Saut Miduk. Datanglah saya ke kantor KPBA (Kelompok Pencinta Bacaan Anak), saat itu masih berlokasi di Jalan Wijaya. Saya membawa portofolio yang ketika itu berisi tugas-tugas mata kuliah ilustrasi. Mungkin Ibu Murti merasa cocok dengan gambar saya, sejak itu hingga saat ini saya masih dipakai beliau untuk mengilustrasikan beberapa cerita karangannya.

Yang paling saya suka selama mengerjakan proyek buku kecil, Ibu Murti tidak pernah membanding-bandingkan ilustrasi kami. Menurutnya, setiap ilustrator punya tarikan garis dan gaya gambar masing-masing. Dari awal beliau sudah tahu kira-kira ilustrator mana yang akan ia pakai untuk proyek bukunya. Berkat beliau-lah saya jadi jatuh hati lebih dalam lagi dengan buku cerita bergambar.

Kenapa saya sebut buku kecil? Sebab di antara buku-buku karangan beliau, ukuran buku ini cukup kecil yaitu 15.5 x 15.5 cm. Selain itu, ceritanya juga sangat sederhana karena ditujukan untuk pembaca pemula. 

Berikut tampilan tiga sampul buku kecil karangan Ibu Murti yang telah dibikin dummy kamishibai.

Judul: Si Kecil Berjalan-jalan
Cerita: Murti Bunanta
Ilustrasi: Saut Miduk T.
Penerbit: Yayasan Murti Bunanta, 2004

Judul: Tarian Pengusir Ular
Cerita: Murti Bunanta
Ilustrasi: Aldriana A. Amir
Penerbit: Yayasan Murti Bunanta, 2004

Judul: Si Tomat Bisa Berkawan
Cerita: Murti Bunanta
Ilustrasi: Imelda Rosvita Y.
Penerbit: Yayasan Murti Bunanta, 2008