18 Januari 2015

Kisah di Balik Julukan


Pasti beberapa orang punya nama julukan yang diberikan keluarga atau teman-teman dekatnya. Biasanya julukan diberikan sehubungan dengan keistimewaannya, ciri fisik, watak, pekerjaan, tempat/asal, dll. Salah satu tujuannya supaya mudah diingat dan dikenali. Mulai SMP sampai kuliah saya punya beberapa nama julukan dari teman-teman saya. Entah kenapa julukan saya itu hampir semuanya serupa.

Saya senang mengamati segala sesuatu, sedikit pemalu, dan agak pendiam. Meski begitu, saya suka sekali tersenyum. Saya suka merespons cerita-cerita teman dengan senyuman. Nah, mungkin karena keseringan senyum itu teman-teman saya memberi julukan buat saya. Padahal senyuman saya biasa-biasa saja. :P

Waktu kelas 3 SMP, teman-teman sekelas menyebut saya si 'Smiling Face'. Lalu, SMA saya dijuluki 'Smiley Dian' oleh teman-teman dekat di kelas karena saya hobi sekali senyum. Pernah, suatu hari senyuman saya membawa petaka. Saya dimarahi guru Matematika di kelas karena senyum-senyum. Kalau ingat kejadian zaman kelas 3 SMA itu saya suka ketawa sendiri. Ini gara-gara teman sebangku bercanda pas pelajaran Matematika Dasar. Teman sebangku saya ini orangnya senang sekali bercanda, padahal waktu itu saya lagi konsentrasi corat-coret di buku catatan sambil memperhatikan pelajaran Matematika yang sedang diterangkan Ibu Nesty di papan tulis. Lupa teman saya itu ngomong apa, saya senyum-senyum dengar candaannya sambil melihat ke papan tulis, dan ngga sengaja saya bertatapan dengan Bu Nesty yang masih serius menerangkan pelajaran di depan kelas. Langsung saat itu juga saya dimarahi Bu Nesty. "Ngapain kamu senyum-senyum?! Ada yang lucu?" tanya Bu Nesty. "Ngga, Bu," jawab saya salah tingkah. "Berarti kamu smiling face banget, ya?!" balas Bu Nesty. Akhirnya, satu kelas menjuluki saya Smiley Dian. Sejak kejadian itu, saya mulai senyum pada waktu dan situasi yang tepat. Hahahaha.

Lain lagi cerita waktu kuliah. Saat Pendidikan Dasar Seni Rupa (PDSR), semester awal kuliah, nama panggilan Dian lumayan banyak di kelas. Belum lagi ada yang namanya Yayan dan Ian. Kalau ada yang manggil "Yan", semuanya pasti nengok. Hahaha. Seingat saya ada tiga orang yang punya nama panggilan Dian, termasuk saya. Muncullah julukan yang diberikan teman-teman kampus untuk membedakan kami bertiga. Dian pertama, dijuluki 'Dian Rosalinda' karena gayanya chic dengan rambut panjangnya yang kecokelatan dan bergelombang. Mirip aktris telenovela Rosalinda yang hits pada masanya. Dian kedua, dijuluki 'Dian Batik' karena dia suka sekali pakai baju kaus dipadukan dengan rok batik. Motif batiknya cantik-cantik. Dia juga suka memakai kalung dan gelang-gelang etnik. Dian terakhir (saya), dijuluki 'Dian Biasa' karena penampilan saya biasa saja. Saya senang pakai kaus dan celana jeans, tas ransel, sepatu kets (kadang sandal jepit) ke kampus. Biasa bangetlah pokoknya. :P

Masuk tahun kedua kuliah, mulai penjurusan studio. Dian Rosalinda masuk program studi Kriya Tekstil, julukannya pun berubah jadi 'Dian Tekstil'. Sedangkan Dian Batik melanjutkan kuliahnya di kampus lain. Dan saya masuk program studi Desain Komunikasi Visual, belum ada julukan baru buat saya ketika itu. Namun, entah siapa yang mulai duluan, tiba-tiba teman-teman satu angkatan kompak memanggil saya dengan sebutan 'Dian Senyum'. Mungkin selama di kampus saya lebih banyak senyumnya daripada ngomongnya. Tapi kalau menurut salah satu teman, saya ngga punya ekspresi lain selain senyum. Hahahaha. Sampai tahun terakhir kuliah pun sebutan Dian Senyum masih melekat pada diri saya. Karena itulah saya selalu mencantumkan dian 'senyum' sebagai artist signature di setiap karya gambar untuk terus mengingat teman-teman kampus saya yang superkreatif. :))

3 komentar: