3 Oktober 2014

Buku Tulis Owa

Sekitar dua minggu lalu saya dapat email dari Ayu yang mengabarkan kalau gambar owa-nya masih dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan konservasi di Halimun. Lembar mewarnainya sudah berkali-kali difotokopi Ayu untuk digunakan saat kampanye owa di beberapa SD di sekitar kawasan, dan juga digunakan oleh teman-teman kampus Ayu saat ada acara dengan anak-anak dari desa di kaki Gunung Salak. Terakhir, gambar owa berwarnanya dicetak dijadikan sebagai sampul buku tulis oleh Ayu untuk dibagikan ke anak-anak yang tinggal di kawasan habitat.

Mendapat kabar ini seneng banget, ngga disangka gambarnya masih digunakan hingga kini oleh Ayu dan teman-temannya di sana. Ayu juga bercerita, dia sempat membuat evaluasi sederhana untuk mengetahui apakah anak-anak menyukai buku itu atau tidak. Ternyata semuanya suka. Sebagian besar anak-anak sudah menggunakan buku tulisnya untuk belajar di sekolah mereka. Sebagian kecil mengaku sayang, mau disimpan karena terlalu bagus. Beberapa anak cerita ke Ayu kalau ada teman-temannya (dari kampung lain) di sekolah yang bertanya beli di mana buku tulisnya karena mereka juga suka. Dan anak-anak ini bilang kalau buku ini mereka dapat dari Ayu. Dan yang bikin Ayu seneng banget adalah ketika teman-temannya bertanya sampul bukunya itu gambar apa, dan mereka bisa menjelaskan ke teman-temannya mengenai owa, bedanya dengan lutung atau primata lain, dll. Walau dengan penjelasan sederhana ala anak-anak. Dari sana Ayu merasa bahwa setidaknya pesan yang dia sampaikan ke mereka bisa diteruskan lagi ke teman-temannya.

Ide Ayu bagus, sederhana, saya suka. Memperkenalkan owa lewat sampul buku. Sehingga pesan yang disampaikan mudah diingat anak-anak dan buku tulisnya bisa mereka gunakan sambil dibawa ke mana-mana buat dipamerkan ke teman-temannya yang lain. Hehehe. Cerita Ayu ini bener-bener bikin saya ikutan seneng, apalagi dia juga melampirkan beberapa foto kegiatannya bersama anak-anak di Halimun.

Ayu sedang menjelaskan tentang owa lewat sampul buku



Ayu juga berbaik hati mengirimkan saya beberapa buku tulis owa buat kenang-kenangan. Dikasih bonus kartu pos dan pin pula. Kata Ayu, kartu pos itu dari Vietnam, bulan lalu dia menghadiri Konferensi Primatologi di sana. Gambar di kartu posnya adalah Cat Ba Langur (Trachypithecus Poliocephalus) salah satu spesies primata yang terancam punah, jumlahnya sekarang hanya sekitar 55 individu di alam.

Sampul depan. "Ayo Kita Lindungi Owa Jawa dan Habitatnya!"

Sampul belakang

Sekali lagi, terima kasih banyak Ayu untuk kabar dan ceritanya, kiriman buku tulis, kartu pos (perangkonya cakep!) dan pin bergambar Surili Jawa. Saya suka suka sukaaa sekali. Hasilnya memang bagus dan lucu! Sayang juga mau ditulis-tulis. Hihihi. Tapi nanti akan saya gunakan buat mencatat ide-ide gambar. Sukses dan selalu sehat buat Ayu dan teman-teman supaya bisa terus beraktivitas bersama anak-anak di Halimun, dan semoga rencana membuat buku cerita tentang owa bisa terlaksana. Amin! :)

4 komentar:

Tanaraga mengatakan...

Wah... gambar karya Dian benar-benar "bicara" kepada anak-anak

Aldriana A. Amir mengatakan...

@Tirsa: Terima kasih, mba! Apalagi ditambah penjelasan dari Ayu, anak-anak jadi semakin paham.. ^^

Rahayu Oktaviani mengatakan...

Waaaah terima kasih banyak mba diaaaan :D. Semoga buku cerita anak-anak tentang owa jawanya bisa aku selesaikan secepatnya ^^

Aldriana A. Amir mengatakan...

@Ayu: Sama-sama, Yu. Aku juga terima kasih banyak-banyak :D Semangaat! ^^