23 Juli 2016

Kamishibai: Katak Ingin Bermain Sirkus

Judul: Katak Ingin Bermain Sirkus
Cerita: Murti Bunanta
Ilustrasi: Aldriana A. Amir
Penerbit: Yayasan Murti Bunanta, 2008

Dua bulan lalu saya kembali membuat dummy kamishibai dari buku cerita kecil karangan ibu Murti, berjudul Katak Ingin Bermain Sirkus. Cerita sederhana mengisahkan sekumpulan katak yang merasa pandai melompat, berenang, dan menyanyi namun tidak ada yang mengajak mereka bermain sirkus. Mulailah mereka berlatih melompat dari satu daun ke daun lainnya, dari dahan rendah ke dahan paling tinggi. Segala upaya dilakukan agar bisa terbang sambil melakukan atraksi di udara. Berhasilkah sekumpulan katak tersebut terbang? Dan adakah yang mengajaknya bermain sirkus?






Sepertinya saya tidak bisa lepas dari menggambar kodok. Dan kayaknya sang kodok pun menyukai saya. Hahaha. Proses pengerjaan kamishibai ini sama seperti membuat ilustrasi kamishibai sebelumnya yang pernah saya ceritakan di blog. Ada tentang Si Tomat yang bisa berkawan, Katak yang menciptakan tarian pengusir ular, dan Si Kecil berjalan-jalan. Semua ilustrasi diawali tahap sketsa, outline dengan spidol/drawing pen, lalu warna di komputer. Setelah semua siap, kemudian ilustrasi dicetak digital. Membuat ilustrasi kamishibai dari buku-buku cerita berukuran kecil karangan ibu Murti ini selalu menyenangkan buat saya. Rasanya seperti bermain saja. Tidak sabar melanjutkan ilustrasi kamishibai untuk cerita berikutnya! :D





17 Juni 2016

Surat Lianty


Lucu deh, tiga hari yang lalu saya dapat surat dari kawan baru. Namanya Lianty Putri, usianya baru 15 tahun, tinggal di Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Sebelumnya Lianty pernah mengirim satu kartu pos untuk saya bergambar doodle karyanya. Doodle bikinan Lianty bagus-bagus, loh! Dalam suratnya, Lianty bercerita kalau dia punya banyak hobi. Seperti menggambar, membaca, dan ngeblog. Lianty juga bertanya tentang profesi saya sebagai ilustrator. Kaget sekaligus senang karena Lianty tahu banyak dan suka mengikuti ilustrasi yang pernah saya bikin untuk buku kumpulan cerpen dan majalah anak. Lianty menyelipkan di dalam suratnya potongan salah satu ilustrasi cerpen yang pernah saya bikin sekitar tahun 2007. Cerpen tersebut ditulis oleh Dewi Cendika yang saat itu terbit setiap bulan di Majalah Bravo.


Surat Lianty ini datang ketika saya sedang sakit gigi. Mau menggambar jadi ngga bersemangat. Sewaktu membaca surat dari Lianty, sakitnya jadi agak berkurang. Walau besoknya saya harus tetap berobat ke dokter gigi. Alhamdulillah, sekarang sudah sembuh. :D

Terima kasih banyak, Lianty! Kertas suratnya lucu, tulisan tangannya rapi. Lianty tau aja kalau Nobita dan Doraemon tokoh kartun kesukaan saya. Terus semangat juga buat Lianty, tunggu surat balasan dari saya, ya! ^_^