27 Agustus 2010

Kartun "Ceker Ayam" David Myres

Kali ini saya ingin membahas kartun karya David Myers. Seorang kartunis Inggris, kelahiran London (1925 - 2007), yang menurut saya karya kartunnya sangat unik. Dia adalah salah satu kartunis luar favorit saya. Karya-karyanya juga menjadi referensi saya dalam menggambar.

Menurut buku “Cartoon Workshop, How to create humour” oleh Joel Mishon dan Ed Breadwell, kartun David Myres ini dikategorikan masuk ke dalam gaya "faux-naif", istilah dari gaya gambar kartunis amatiran. Hasil kartunnya seperti orang yang baru belajar menggambar. Gaya ini mengusung tagline, "Gue ngga bisa gambar, peduli amat!" Dan sepertinya gaya kartun ini cocok untuk seseorang yang tidak punya keahlian menggambar. Tapi jangan salah loh, banyak kartunis-kartunis handal yang mengadaptasi gaya seperti ini. Menurut saya gambar yang "jelek" juga dapat menimbulkan rasa humor atau kesan lucu tersendiri. Gaya seperti ini kesannya "mentah", belum tuntas, layaknya tulisan atau coretan anak-anak.

Gambar kartun adalah gabungan antara gambar dan ide. Gambar kartun biasanya mengandung unsur humor yang membuat seseorang tersenyum atau tertawa ketika melihatnya. Gambar bagus dengan rasa humor yang jelek tidak akan terasa lucu. Namun humor yang lucu dengan gambar yang jelek, masih dapat bekerja dengan baik.
Tapi bagaimanapun juga, kita masih memerlukan kemampuan menggambar dengan baik dong, iya kaannn?? :)

Nah, di atas adalah salah satu kartun karya David Myres. Saya ambil dari Buku "Cartoon Workshop, How to create humour" karangan Joel Mishon dan Ed Beardwell, 2003. Coba deh perhatikan garis-garisnya David Myres, awut-awutan. Gambar karakter orangnya aja ngga dikasih mata dan tidak memiliki bentuk tangan dan kaki yang semestinya. Tapi secara keseluruhan kartun David Myres ini memiliki visual dan komposisi gambar yang sangat kuat.

Awalnya saya pikir gaya seperti ini adalah gaya gambar yang paling mudah diadaptasi atau dicontoh. Dengan maksud menggambar dengan gaya amatiran. Tapi jika dilihat kembali kartunnya David Myres, "tidak bisa menggambar" dengan "tidak mampu menggambar" adalah dua hal yang berbeda. Gambar David Myres ini dibuat dengan baik. Dari segi perspektif, keseimbangan dan fokus gambarnya pun benar. Hanya saja dia menggunakan garis dan bentuk yang sangat lepas, ringan dan sederhana sekali untuk semua gambar figur karakternya, hampir mirip seperti coretan ceker ayam yang sangat memikat (tentunya buat saya).


Kartun karya David Myres lainnya dapat dilihat di sini.

Semoga pembahasan kartun ini bisa menambah referensi teman-teman dalam menggambar ya... :)


Salam gambar! :D

4 komentar:

cipu mengatakan...

Saya tak menyangka pembahasan tentang kartun bisa mendalam seperti ini. Jadi sekalian belajar, maklum waktu kecil juga dulu gua sering gambar. Biasanya gua gambar di belakang undangan pernikahan yang sudah gak kepake hehehehehehe.

Aldriana A. Amir mengatakan...

@Cipu: Waaa.. Kreatif amat di belakang undangan pernikahan gambarnya!
Dulu aku malah di dinding, kalo belum penuh sama coret2an dan akunya belum puas coret2, bokap belum mau cat ulang tuh dinding, hahaha..

Perez mengatakan...

pas pertama ngliat aq cuman tau klo gambar itu bagus n lucu, tapi setelah baca penjelasanmu aq baru nyadar klo mreka ga punya mata, tangan n kaki bentuknya ga jelas, tapi emang kliatan bagus ya... pengen bisa :3

Aldriana A. Amir mengatakan...

@Perez: Iya, itu yg membuat kartunnya David Myres ini jadi unik banget! :) Tetap PeDe dg gaya gambarnya walaupun acak-kadut kayak ceker ayam.. :))